Joko Supriyono Tetap Pimpin Gapki Hingga 2023

Joko Supriyono kembali memimpin organisasi sektor hulu kelapa sawit GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) untuk periode 2018-2023. Joko Supriyono terpilih secara aklamasi setelah meraih suara terbanyak dalam pemilihan Tim Formatur.
Rayful Mudassir | 16 Maret 2018 22:45 WIB
Ketua Umum Gapki Joko Supriyono. - nasionalisme.co

Bisnis.com, AKARTA - Joko Supriyono kembali memimpin organisasi sektor hulu kelapa sawit GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) untuk periode 2018-2023. Joko Supriyono terpilih secara aklamasi setelah meraih suara terbanyak dalam pemilihan Tim Formatur.

Dalam sambutannya usai Munas X GAPKI di Jakarta yang berakhir Jumat (16/3/2018), Joko menggarisbawahi besarnya dukungan pemerintah terhadap industri kelapa sawit Indonesia.

Karena itu Joko menegaskan Gapki akan terus bekerja sama dengan pemerintah dalam memajukan sektor kelapa sawit nasional.

"Kerja sama dengan pemerintah semakin perlu dilakukan mengingat tujuan dan tantangan ke depan," kata Joko.

Partnership dengan pemerintah perlu dilakukan, menurutnya, pertama untuk memperkuat pasar ekspor kelapa sawit. Pasar ekspor harus terus diperluas dan diversifikasi.

"Ketika bicara perluasan pasar dan penanganan hambatan pasar pasti harus G to G, maka perlu kerja sama dengan pemerintah," katanya.

Selain kerja sama dengan pemerintah, Joko juga menekankan bahwa program GAPKI ke depan yang sangat penting adalah peningkatan produktivitas perkebunan rakyat. Seperti disampaikan saat pembukaan Munas, GAPKI komitmen dengan peningkatan produktivitas perkebunan rakyat.

"Jadi, ini dua program spesifik program untuk lima tahun ke depan," katanya. Yaitu, memperbaiki iklim usaha dalam negeri dan mengamankan pasar ekspor luar negeri.

Terkait dengan kampanye negatif, menurutnya, kampanye tersebut selalu mempunyai latar belakang dan kepentingan. Karena itu, dengan nada menghimbau, ia meminta kepada para pegiat kampanye negatif untuk melihat data dan fakta di lapangan secara komprehensif. Selain itu, katanya, informasi yang disampaikan seharusnya lebih fair.

"Jangan menggeneralisir satu kasus kecil sebagai wajah kelapa sawit yang sesungguhnya," katanya. Pikaknya mengajak publik atau masyarakat untuk bisa memilah mana informasi yang benar dan mana yang hoak.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gapki

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top