EKSPOR GARMEN: Jateng Kebut Kenaikan Perdagangan TPT

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menargetkan kenaikan nilai ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) dari Jawa Tengah sebesar 2% di tahun 2018 dan mencapai 5% pada tahun 2020.
Newswire | 14 Maret 2018 13:19 WIB
. - .

Bisnis.com, JAKARTA- Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menargetkan kenaikan nilai ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) dari Jawa Tengah sebesar 2% di tahun 2018 dan mencapai 5% pada tahun 2020.

"Dengan adanya kenaikan ini diharapkan pangsa pasar TPT dari Indonesia di pasar dunia bisa makin besar," kata Wakil Ketua API Jateng Liliek Setiawan seperti dikutip Antara, Rabu (14/3/2018).

Berdasarkan data dari API, dikatakannya, pangsa pasar TPT dari Indonesia baru sekitar 2% dari pasar TPT dunia. Menurut dia, angka tersebut lebih rendah dibandingkan pangsa pasar TPT dari Vietnam di pasar asing yang saat ini mencapai 6%.

"Padahal secara infrastruktur Indonesia seharusnya lebih siap karena memiliki industri hulu hingga hilir secara lengkap, mulai dari industri benang hingga kain," katanya.

Sedangkan Vietnam, dikatakannya, justru hanya memiliki industri tekstil hilir. Oleh karena itu, pihaknya menilai dengan kelengkapan industri yang ada di dalam negeri seharusnya Indonesia mampu bersaing dengan Vietnam.

Menurut dia, untuk mampu bersaing dengan negara produsen lain membutuhkan kerja keras dari pemerintah dan pelaku industri TPT.

"Dengan adanya sinergitas, saya optimistis industri TPT dalam negeri bisa tetap bertahan menghadapi persaingan global yang makin tajam," katanya.

Sementara itu, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan hingga saat ini komoditas TPT masih mendominasi ekspor Jawa Tengah di sepanjang tahun 2017.

BPS Provinsi Jawa Tengah mencatat dari total nilai ekspor Jawa Tengah 2017 sebesar US$5,99 miliar, komoditas TPT memberi andil sebesar 42,3%.

Tag : garmen
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top