Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cost Recovery, Syamsu Alam: Lebih Fair Dibanding Wilayah Kerja

PT Pertamina (Persero) menilai biaya recovery lebih fair dilihat dengan membandingan wilayah kerja atau aset yang mirip. Adapun, perusahaan pelat merah itu mengklaim terus fokus pada efisiensi.
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 26 Februari 2018  |  20:23 WIB
Ilustrasi. - Bisnis
Ilustrasi. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) menilai biaya recovery lebih fair dilihat dengan membandingan wilayah kerja atau aset yang mirip. Adapun, perusahaan pelat merah itu mengklaim terus fokus pada efisiensi.

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan, lebih fair dan tergambar dengan baik kalau perbandingannya dari segi aset per aset yang memiliki spesifikasi mirip.

"Kami pun tetap fokus terhadap biaya produksi dan selalu berusaha melakukan operasi dengan efisien serta menjaga aspek keselamatan dan keamanan," ujarnya kepada Bisnis pada Senin (26/2).

SKK Migas sempat menyebutkan, biaya cost recovery Pertamina dinilai lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional. Pertamina memiliki cost recovery sekitar US$20 per barel, sedangkan rata-rata nasional sekitar US$18 per barel - US$19 per barel.

SKK Migas ingin menekan biaya cost recovery PT Pertamina (Persero) agar bisa setara dengan rata-rata nasional. Tingkat cost recovery perusahaan pelat merah itu dinilai masih tinggi di atas rata-rata nasional karena luas operasi wilayah mencakup Sabang sampai Merauke.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabowo Taher mengatakan, secara umum rata-rata biaya recovery Pertamina pada 2017 sekitar US$20 per barel, sedangkan rata-rata nasional berada sekitar US$18 per barel sampai US$19 per barel.

"PT Pertamina EP, anak usaha Pertamina, menjadi salah satu yang tingkat cost recovery agak tinggi,"

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cost recovery
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top