LELANG BLOK MIGAS: Ini Harapan Energi Mega Persada

PT Energi Mega Persada Tbk. melihat langkah pemerintah melelang sekitar 26 wilayah kerja ini cukup atrataktif untuk menjaga cadangan serta produksi migas di dalam negeri.
Surya Rianto | 19 Februari 2018 16:53 WIB
Salah satu lokasi aktivitas bisnis PT Energi Mega Persada Tbk - Energi/mp.com

Bisnis.com, JAKARTA – PT Energi Mega Persada Tbk. melihat langkah pemerintah melelang sekitar 26 wilayah kerja ini cukup atrataktif untuk menjaga cadangan serta produksi migas di dalam negeri.

Perseroan pun juga menilai penggunaan skema kontrak bagi hasil kotor atau gross split dalam kontrak blok migas baru bisa lebih cepat dan efisien, meskipun dari sisi risiko lebih besar.

Vice President Energi Mega Persada Bambang Istadi mengatakan, lelang 26 blok migas ini cukup bagus karena berarti Indonesia terbuka menerima investor asing dari luar untuk pengembangan blok migas.

“Harapannya, cadangan migas di Indonesia bisa bertambah. Jadi, kalau produksi mengambil 1.000, Indonesia bisa menemukan 1.000 juga, kalau sekarang kan tingkat penemuan masih rendah,” ujarnya, Senin (19/2).

Namun, emiten berkode ENRG itu menilai pemerintah harus memberikan daya tarik kepada investor atas langkah agresif tersebut. Pasalnya, pada sektor migas persaingan secara global di mana negara lain juga menjaring investor dari luar.

Bambang menceritakan, seperti di Meksiko, yang memiliki wilayah kerja migas dengan investasi mahal karena berada di laut dalam. Pada lelangnya, dari 10 wilayah kerja, 8 blok diminati dengan total yang mengikuti lelang sebanyak 13 investor.

Lalu, India juga sempat melelang sekitar 46 wilayah kerja dengan peminat ada sekitar 113 investor.

“Ini berarti di negara lain proses lelang dan penawaran blok bisa lebih murah dan cepat. Indonesia pun harus seperti itu jika ingin tingkat investor masuk menjadi tinggi,” ujarnya.

Adapun, Energi Mega Persada juga menilai skema kontrak gross split bisa juga membuat proses lebih cepat.

Namun, Bambang mengingatkan, tingkat risiko gross split untuk kontraktor sangat besar, terutama untuk wilayah kerja yang belum jelas data penemuannya.

“Kalau sudah ada data penemuan migasnya sih risikonya juga lebih kecil,” ujarnya.

Sebelumnya, ENRG sempat mengikuti lelang tahap I 2017 dengan memilih blok Andaman. Sayangnya, Energi Mega Persada belum lolos menjadi pemenang lelang.

Tag : blok migas
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top