INFA Apresiasi Keanggotaan RI di IMO

INFA mendukung penuh Indonesia kembali masuk sebagai Anggota Dewan IMO kategori C periode 2018 sampai 2019.
Akhmad Mabrori | 29 November 2017 17:00 WIB
Kapal petugas melakukan pemanduan dan penundaan kapal di perairan pandu luar biasa Selat Malaka dan Selat Singapura di Batam, Kepulauan Riau, Senin (10/4). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia Nasional Ferry Owners Association (INFA) mendukung penuh Indonesia kembali masuk sebagai Anggota Dewan International Maritim Organizaton (IMO) kategori C periode 2018 sampai 2019.

Posisi Indonesia yang berada di antara jalur pelayaran dunia memegang peranan penting dalam menjaga dan mengamankan pelayaran internasional terutama di alur pelayaran Selat Malaka. Indonesia sangat menentukan dalam mengawal kapal-kapal dari beragam gangguan keamanan.

Ketua Umum DPP INFA Mayjen Mar (Purn) Eddy Oetomo mengatakan sebagai salah satu negara kepulauan terbesar dunia dengan dengan 17.499 pulau dan garis pantai 80.570 kilometer, sangat wajar kalau Indonesia menempati posisi sebagai Anggota Dewa IMO kategori C.

Dalam kategori C ini, akan disaring 20 negara perwakilan dari 171 negara anggota.

"Indonsia adalah satu dari jumlah negara-negara yang pantas menduduki posisi itu," ujar Eddy melalui siaran Pers INFA pada Rabu (29/11/2017).

Eddy juga mengingatkan seluruh negara-negara di Aszean maupun Asia Pasifik, sangat tepat bila mendukung Indonesia dalam pemilihan anggota Sewan IMO.

"Negara kita kan bukan sekadar negara kepulauan, tapi juga negara maritim yang menjadi poros perdagangan dunia. Jadi, kalau negara-negara sahabat yang berada di Asean maupun Asia Pasifik mendukung Indonesia sudah sangat tepat, karena selama ini juga Indonesia yang berperan di jalur pelayaran," paparnya.

Dia mengatakan dukungan suara dari negara-negara yang punya kepentingan dalam perdagangan dunia sangat diperlukan Indonesia untuk bisa kembali menduduki posisi anggota dewan di organisasi maritim internasional.

Dewan IMO memiliki tiga kategori, yakni A, B dan C. Sementara itu, kategori C adalah kategori bagi negara yang memiliki letak dan kepentingan strategis.

Anggota untuk kategori A diberikan kepada negara-negara yang memiliki kapal terbanyak dan kategori B adalah keanggotaan dewan bagi negara yang paling banyak menggunakan jasa pelayaran.

"Indonesia kan berada di posisi yang sangat strategis, di luar Singapura dan Malaysia. Tentu posisi Indonesia jauh lebih penting dan kita tidak bisa main-main dengan wilayah kedaulatan," tuturnya.

Indonesia telah menjadi anggota IMO sejak 1961 dan aktif menyumbangkan pemikirannya di Dewan IMO sejak 1973. Sebelumnya, pada periode tahun 2014-2015 Indonesia berhasil terpilih menjadi anggota Dewan IMO kategori C dengan mendapatkan 132 suara dari 154 suara yang masuk.

Dukungan penuh juga disampaikan Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto, yang terlibat langsung dalam melakukan pendekatan dengan sejumlah negara-negara untuk mendukung Indonesia dalam pemilihan anggota Dewan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam general statement di acara Indonesia's Diplomatic Reception yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan pada Selasa malam (28/11/2017) mengajak negara-negara anggota IMO untuk memilih Indonesia.

Dia menjelaskan Indonesia berkomitmen meneruskan kerja sama yang baik dengan IMO di dalam mewujudkan pelayaran yang selamat, aman dan ramah lingkungan. Oleh sebab itu, dia meminta dukungan negara-negara anggota IMO untuk memilih Indonesia di pencalonan Dewan IMO Kategori C periode 2018 - 2019.

Sekjen IMO Kitack Lim dalam acara itu memberikan apresiasi kepada Indonesia yang telah bekerja sama dengan IMO untuk mewujudkan keselamatan, keamanan dan perlindungan lingkungan maritim. Acara itu dihadiri oleh 200 orang lebih dari 172 negara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelayaran

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top