Bisnis Logistik Diestimasi Tumbuh 10% Pada 2018

Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) memperkirakan bisnis logistik bakal bertumbuh 10% di 2018. Proyeksi pertumbuhan tersebut salah satunya bakal ditopang dari tren perdagangan elektronik atau e-commerce.
Rivki Maulana | 07 November 2017 11:00 WIB
Truk pengangkut peti kemas melintasi kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, di Jakarta, Kamis (3/8). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) memperkirakan bisnis logistik bakal bertumbuh 10% pada 2018, salah satunya bakal ditopang dari tren perdagangan elektronik atau e-commerce.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Zaldi Ilham Masita mengatakan proyeksi pertumbuhan 10% terbilang moderat. Dalam sepuluh tahun terakhir bisnis logistik dalam catatan ALI selalu tumbuh pesat melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun, dalam dua tahun terakhir pertumbuhan melambat menjadi 10%--12% dari rata-rata pertumbuhan 15%. "Ke depan kami yakini masih bisa di atas 10% per tahun," ujarnya kepada Bisnis.com, Selasa (7/11/2017).

Zaldi menjelaskan, pertumbuhan logistik bakal ditopang alihdaya penanganan logistik dari perusahaan ke pihak ketiga yang dinilai lebih efisien secara operasional.

Investasi asing juga membuat bisnis logistik kian deras setelah daftar negatif investas (DNI) dilonggarkan di mana Investor asing kini boleh memiliki saham hingga 67%. Perkembangan e-commerce dan infrastruktur juga dipercaya bakal menunjang bisnis logistik.

Dalam catatan Bisnis.com, sektor transportasi dan pergudangan yang erat dengan bisnis logistik tumbuh pesat. Dalam periode Januari-September 2017, sektor ini menurut Badan Pusat Statistik tumbuh 8,25%, melampaui pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 5,06%.

Tag : logistik
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top