Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

‘Mal Hantu’ Biasanya Akibat Ini

Mal yang mengalami penurunan kinerja paling buruk mayoritas adalah pusat perbelanjaan strata title, yang tokonya dibeli oleh pedagang dan bukan menggunakan sistem sewa.
Anissa Margrit
Anissa Margrit - Bisnis.com 26 September 2017  |  14:47 WIB
‘Mal Hantu’ Biasanya Akibat Ini
Pusat perbelanjaan - Antara/Teresia May
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Mal yang mengalami penurunan kinerja paling buruk mayoritas adalah pusat perbelanjaan strata title, yang tokonya dibeli oleh pedagang dan bukan menggunakan sistem sewa.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan mengungkapkan resep untuk bertahan bagi pusat perbelanjaan strata title sama dengan mal sewa yaitu melakukan perubahan atau penyegaran konsep. Barang-barang yang dijual pun mesti dipastikan resmi agar tetap bisa bersaing, terutama dengan online shop.

APPBI mengakui perubahan yang terjadi sekarang membuat ukuran anchor tenant makin lama makin menyusut. Berbeda dengan beberapa tahun lalu di mana nama anchor tenant bisa menentukan seberapa banyak pengunjung yang datang ke mal itu.

"Anchor tenant dulu memang daya tarik. Dulu kan iklan hanya perusahaan besar yang bisa, sekarang tidak, mereka lah yang harus kerja ekstra keras untuk mendatangkan pengunjung. Apalagi ada media sosial," ungkap kepada Bisnis.com, baru-baru ini.

Mengenai tarif sewa mal dan service charge, APPBI menyebutkan hal itu terkait dengan berbagai komponen seperti perubahan Tarif Dasar Listrik (TDL), kenaikan Upah Minimum Regional (UMR), dan inflasi yang selalu ada penyesuaian.

Menurut APPBI, tarif sewa mal di Indonesia termasuk yang termurah dibandingkan di luar negeri. Jika pusat perbelanjaan di mancanegara dapat mencapai Break Even Point (BEP) dalam waktu 4-5 tahun, maka mal di Indonesia baru bisa balik modal setelah 10 tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mal
Editor : Fajar Sidik
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top