Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sekuritisasi Tol Jagorawi Capai 2,7 kali

Salah satu inovasi alternatif pendanaan yang dilakukan Jasa Marga adalah melalui penerbitan produk sekuritisasi yang diterbitkan dengan nama KIK EBA Mandiri JSMR01-Surat Berharga Pendapatan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 31 Agustus 2017  |  10:25 WIB
Kendaraan antre membayar tol di gerbang Tol Cibubur, Jagorawi, Jakarta, Jumat (5/5). - Antara/Yulius Satria Wijaya
Kendaraan antre membayar tol di gerbang Tol Cibubur, Jagorawi, Jakarta, Jumat (5/5). - Antara/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA - Permintaan produk sekuritisasi pendapatan Tol Jagorawi PT Jasa Marga Tbk mencapai 2,7 kali atau senilai Rp5,1 triliun

Hingga semester I tahun 2017, Jasa Marga berhasil membukukan total laba bersih sebesar Rp1,016 triliun.

Corporate Secretary PT Jasa Marga (Persero) M. Agus Setiawan mengatakan salah satu inovasi alternatif pendanaan yang dilakukan Jasa Marga adalah melalui penerbitan produk sekuritisasi yang diterbitkan dengan nama KIK EBA Mandiri JSMR01-Surat Berharga Pendapatan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi.

PT Mandiri Manajemen Investasi dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak selaku Manajer Investasi dan Bank Kustodian serta PT Mandiri Sekuritas bertindak selaku Arranger.

"Adapun hak atas pendapatan yang di-sekuritisasi adalah hak atas sebagian pendapatan ruas tol Jagorawi yang merupakan tol pertama di Indonesia dan salah satu ruas tol yang paling mature yang dimiliki Jasa Marga," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (31/8/2017).

Melalui dukungan para stakeholder, OJK, Kementerian Keuangan dan BEI serta para investor yang utamanya terdiri dari perusahaan dana pensiun, perbankan dan asset management, produk ini mendapatkan apresiasi sangat positif dari publik.

Itu terlihat dari tingkat permintaan mencapai Rp5,1 triliun atau setara dengan 2,7 kali dari total nilai penerbitan. Hal ini juga mencerminkan minat yang tinggi dari para investor terhadap produk sekuritisasi tersebut.

Pada produk sekuritisasi dimaksud, Jasa Marga selaku Originator transaksi juga akan bertindak sebagai Collection Manager, yang bertugas mengumpulkan pendapatan tol Jagorawi yang disekuritisasikan dan mendistribusikannya ke KIK EBA Mandiri JSMR01.

Kemudian KIK EBA Mandiri JSMR01 akan mendistribusikan imbal hasil dan pokok investasi kepada para Pemegang Unit Penyertaan (Investor).

Hingga semester I tahun ini, Jasa Marga telah mengoperasikan 15 jalan tol dengan total 600 kilometer.

Saat ini Jasa Marga tengah melakukan pembangunan 16 jalan tol baru hingga tahun 2019, sebanyak 5 jalan tol telah beroperasi sebagian dan 11 jalan tol dalam tahap pembebasan lahan dan konstruksi.

Perseroan menargetkan untuk dapat mengoperasikan 210 kilometer jalan tol baru pada 2017.

Di sisi pengembangan dan pembangunan proyek jalan tol baru, pada 3 Agustus 2017 Jasa Marga telah mengoperasikan Jalan Tol Gempol-Pasuruan Segmen Gempol-Bangil (Gempol Junction-Bangil) sepanjang 6,80 km yang melengkapi Segmen Bangil-Rembang sepanjang 7,10 km yang telah beroperasi sejak April 2017.

Saat ini Jalan Tol Gempol-Pasuruan Seksi Gempol-Rembang telah beroperasi penuh.

Selain itu pada kuartal III/2017, Jasa Marga juga merencanakan mengoperasikan Jalan Tol Semarang-Solo seksi Bawen-Salatiga sepanjang 17,50 kilometer. Saat ini progres konstruksi jalan tol tersebut telah mencapai 100%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jasa marga Sekuritisasi Aset
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top