Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

REKLAMASI TAMBANG: Tambang Ilegal Bisa Ditekan

Reklamasi dan kegiatan pascatambang yang berkelanjutan bisa menjadi solusi sementara untuk menekan angka tambang timah ilegal.
Situasi lokasi penambangan ilegal emas yang telah ditinggalkan para penambang di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Pulau Buru, Maluku, Minggu (15/11). Kawasan Gunung Botak mengalami kerusakan lingkungan akibat penggunaan merkuri dan sianida oleh ribuan penambang yang melakukan aktivitas penambangan ilegal sejak 2011./Antara
Situasi lokasi penambangan ilegal emas yang telah ditinggalkan para penambang di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Pulau Buru, Maluku, Minggu (15/11). Kawasan Gunung Botak mengalami kerusakan lingkungan akibat penggunaan merkuri dan sianida oleh ribuan penambang yang melakukan aktivitas penambangan ilegal sejak 2011./Antara

Bisnis.com, BANGKA - Reklamasi dan kegiatan pascatambang yang berkelanjutan bisa menjadi solusi sementara untuk menekan angka tambang timah ilegal.

Ketua Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) Jabin Sufianto mengatakan tambang-tambang ilegal dari bekas lahan Izin Usaha Pertambangan (IUP) telah menjadi masalah klasik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dengan adanya alternatif mata pencaharian lain, risiko munculnya tambang ilegal tersebut bisa ditekan.

"Bisa dicoba ada industri lain atau mata pencaharian lain untuk membujuk masyarakat sekitar bahwa ada mata pencaharian di luar pertimahan," katanya dalam acara groundbreaking program reklamasi berkelanjutan Green for Good RBT di Bangka, Selasa (15/8/2017).

Dia mengungkapkan roadmap atau peta jalan penambangan timah dengan kepedulian telah disusun secara umum. Jabin mengapresiasi PT Refined Bangka Tin (RBT) sebagai perusahaan yang pertama mengadopsi konsep tersebut.

"Saya sangat berterima kasih kepada pihak RBT yang pertama mengadopsi peta jalan tersebut. Banyak yang harus kami cermati dan pelajari dalam pilot project ini," ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Lucky Leonard
Editor : Sepudin Zuhri
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper