Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kadin: Perlu Terobosan Untuk Dongkrak Daya Beli Masyarakat

Pemerintah diminta membuat terobosan dan kebijakan agar daya beli masyarakat pulih kembali, diantaranya melalui penyediaan lapangan kerja baru.
Nurudin Abdullah
Nurudin Abdullah - Bisnis.com 31 Juli 2017  |  22:17 WIB
Pengunjung memilih pakaian di salah satu department store. - Antara/Galih Pradipta
Pengunjung memilih pakaian di salah satu department store. - Antara/Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah diminta membuat terobosan dan kebijakan agar daya beli masyarakat pulih kembali, diantaranya melalui penyediaan lapangan kerja baru.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, mengatakan penyediaan lapangan kerja baru bagi warga yang berusia produktif menjadi salah satu yang harus dilakukan.

“Selain itu kebijakan investasi yang pro bisnis untuk menarik calon investor secepatnya masuk dan menanamkan modalnya di Indonesia,” ujarnya pada Senin (31/7/2017).

Menurutnya, memaksimalkan dana desa untuk kegiatan yang produktif guna menambah pendapatan masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah termasuk daya tarik wisata asing berkunjung ke Indonesia.

Dia menjelaskan pemerintah juga agar menghindari pembuatan kebijakan moneter dan fiskal yang menimbulkan kekhawatiran dan ketidak pastian bagi pelaku usaha.

Contohnya adalah masalah tax amnesty, pajak kartu kredit, serta kebijakan lainnya yang bersentuhan langsung dengan pelaku usaha.

Selain itu, dia mengimbau pemerintah jangan terlalu terburu-buru membuat suatu kebijakan tanpa proses penelitian dan studi lapangan yang mendalam dan valid, sehingga tidak terkesan asal buat, terutama yang menyangkut kepentingan orang banyak.

Seperti baru-baru ini diterbitkan Permendag No. 47 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perdagangan No. 27 Tahun 2017 tentang Penetapan harga pembelian di petani dan harga acuan penjualan di konsumen.

Permen tersebut, lanjutnya, masih dalam proses diundangkan, namun kemudian dicabut kembali. Hal-hal semacam itulah yang dalam pandangan Sarman dapat membuat dunia usaha tidak kondusif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perdagangan kadin masyarakat daya beli
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top