Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gaet PGAS, ASDP Bakal Gunakan Dual Fuel

Perusahaan angkutan penyebrangan milik negara PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tengah mengkaji penggunaan bahan bakar ganda atau dual fuel pada armada yang melntasi Merak-Bakauheni. Nantinya, kapal feri milik perseroan bakal menggunakan bahan bakar gas dengan komposisi 70% sedangkan sisanya solar.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 25 Juli 2017  |  15:24 WIB
Gaet PGAS, ASDP Bakal Gunakan Dual Fuel
Penumpang memasuki kapal ferry yang sedang berlabuh di Pelabuhan Penyeberangan Bolok Kupang, NTT, Selasa (11/4). - Antara/Kornelis Kaha

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan angkutan penyebrangan milik negara PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tengah mengkaji penggunaan bahan bakar ganda atau dual fuel pada armada yang melntasi Merak-Bakauheni. Nantinya, kapal feri milik perseroan bakal menggunakan bahan bakar gas dengan komposisi 70% sedangkan sisanya solar.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Faik Fahmi mengatakan perseroan telah meneken perjanjian kerja sama dengan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk guna melakukan kajian bersama penggunaan dual fuel pada armada ASDP Indonesia Ferry. Dia menerangkan, penggunaan bahan bakar ganda bakal membuat tenaga kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro) lebih kuat dengan tingkat efisiensi yang juga lebih tinggi.

“Kami berharap, hasil kajian bersama yang digarap PT ASDP dengan PGN dapat feasible terhadap kapal maupun di lintasan penyeberangan yang akan dioperasikannya. Tentunya, hal ini juga akan memperhitungkan fasilitas pendukung di darat serta seluruh kajian bisnis dan operasionalnya,” tutur Faik dalam siaran pers, Selasa (25/7/2017).

Faik menambahkan, penggunaan bahan bakar ganda pada armada kapal feri juga sejalan dengan Peraturan Presiden RI Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. Selain itu, penggunaan bahan bakar ganda juga sesuai dengan regulasi internasional, antara lain International Maritime Organization (IMO), IGF Code, MARPOL Annex VI, International Organization for Standardization (ISO) dan ISO 28460:2010 – Installation and Equipment for LNG Ship to Shore Interface and Port Operations.

Selain kajian penggunaan bahan bakar ganda, kerja sama ASDP Indonesia Ferry dengan PGN juga mencakup kajian bersama pengadaan kapal baru yang meliputi aspek teknis, komersial, dan legal. Sebelumnya, ASDP Indonesia Ferry dengan PGN juga telah meneken kerja sama joint study pengoperasian kapal baru berbahan bakar ganda di lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Direktur Utama PGN, Jobi Triananda Hasjim mengatakan, kerja sama dengan ASDP merupakan salah satu bentuk dukungan perseroan terhadap program pemerintah di sektor maritim. Di samping itu, penggunaan bahan bakar ganda pada armada kapal feri diharapkan bisa memperluas pemanfaatan gas bumi ke berbagai sektor, termasuk transprotasi laut.

Jobi menjelaskan, kedua BUMN memilih lintasan Merak-Bakauheni karena lintasan tersebut menghubungkan dua pelabuhan penumpang terbesar di Indonesia. Dengan adanya kapal baru ini, PGN dan ASDP juga mendukung kebutuhan proyek dermaga eksekutif yang ditargetkan dapat beroperasi pada Agustus 2018 mendatang. “Kami berharap kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro) baru berbahan bakar ganda ini akan menjadi pilot project di lintasan tersebut,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asdp
Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top