Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Feri Jarak Jauh Segera Beroperasi

Kementerian Perhubungan memastikan operasional feri jarak jauh yang dilayani oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bakal dimulai setelah monitoring layanan serupa tuntas dilakukan pada operator lain.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 22 Juli 2017  |  02:33 WIB
Feri Jarak Jauh Segera Beroperasi
Kapal ferry berhenti beroperasi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (28/3). Penutupan pelabuhan ketapang oleh PT ASDP untuk menghormati umat Hindu yang sedang merayakan hari raya Nyepi di Bali. - Antara/Budi Candra Setya

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan memastikan operasional feri jarak jauh yang dilayani oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bakal dimulai setelah monitoring layanan serupa tuntas dilakukan pada operator lain.

Direktur Angkutan dan Multi Moda Ditjen Perhubungan Darat, Cucu Mulyana mengatakan pihaknya telah mengeluarkan izin operasional feri jarak jauh Jakarta--Surabaya untuk ASDP Indonesia Ferry dan PT Jagat Zamrud Khatulistiwa (JZK). Operator JZK telah memulai operasional feri jarak jauh pada 12 Juli 2017 sementara ASDP masih menunggu jadwal dari Kemenhub.

"ASDP dalam posisi standby siap operasional, kita monitoring pelaksanaan operasional JZK dulu," jelasnya kepada Bisnis.com, Jumat (21/07/2017).

Dia mengimbuhkan, bila hasil pemantauan terhadap operasional JZK berjalan mulus, Kemenhub bakal segera meminta ASDP untuk memulai operasinal feri jarak jauh. Dalam catatan Bisnis.com, opeasional feri jarak jauh rencananya dimulai sebelum hari raya Idulfitri 1438 Hijriah atau 25 Juni 2017. Namun, operasional diundur mengingat arus kendaraan logistrik dikurangi selama masa mudik lebaran.

Di lain pihak, ASDP Indonesia Ferry menyatakan siap untuk memulai operasional feri jarak jauh. Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry mengatakan perseroan telah menyiapkan KM Port Link III untuk melayani rute Jakarta--Surabaya.

KMP Port Link III dapat menampung penumpang hingga 1.500 orang. Kapal itu dilengkapi dengan dua dek khusus. Dek pertama untuk menampung kendaraan besar seperti bus dan truk hingga 40 unit sedangkan dek kedua untuk kendaraan pribadi berkapasitas 100 kendaraan.

"Pada prinsipnya kami siap. Port Link III sudah standby bahkan sudah dikeluarkan dari lintasan Merak [lintasan Merak--Bakauheni]," jelasnya kepada Bisnis.com.

Untuk diketahui, moda angkutan feri jarak jauh merupakan salah satu strategi pemerintah guna mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur pantai utara (Pantura) Jawa di mana setiap hari sebanyak 12.000 truk melintas jalur tersebut

Selain mengurangi beban kerusakan jalan, waktu tempuh juga diyakini lebih cepat. Jarak tempuh diestimasi mencapai 1,2 hari, lebih cepat dibandingkan dengan waktu tempuh rata-rata truk selama 1,5 hari.

Selama pengoperasian feri jarak jauh, , Cucu menegaskan pemerintah akan memberikan subsidi tarif. “Konsepnya pemerintah dapat memberikan subsidi sampai mencapai nilai keekonomian atau paling lama sekitar 2 tahun. Setelah itu harus survive,” ujarnya.

Di sisi lain, ASDP Indonesia Ferry kini tengah mencari kapal yang bisa mengangkut 200 truk. Kapal ini rencananya bakal digunakan untuk rute feri jarak jauh Jakarta-Surabaya.Faik menuturkan, saat ini kapal Port Link terbesar yang dimiliki perseroan hanya mampu menampung 96 truk.

Dia mengimbuhkan, kapal yang ada saat ini memang tidak dirancang untuk menampung muatan barang dalam jumlah banyak sehingga banyak ruang kosong yang tidak bisa dimanfaatkan untuk rute jarak jauh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asdp
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top