Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

POTENSI EKSPOR: Inggris Butuh Teh & Kopi dari Negara Berkembang

Inggris menyatakan keberpihakannya pada negara berkembang untuk menopang perdagangan meski keluar dari Uni Eropa (Brexit)
Linda Teti Silitonga
Linda Teti Silitonga - Bisnis.com 25 Juni 2017  |  10:44 WIB
Teh hijau. - .dummies.com
Teh hijau. - .dummies.com

Bisnis.com, JAKARTA- Inggris menyatakan keberpihakannya pada negara berkembang untuk menopang perdagangan meski keluar dari Uni Eropa (Brexit).

Pemerintah menjanjikan peningkatan akses ke pasar Inggris untuk negara-negara berkembang, dan akan mempertahankan akses bebas bea, kecuali untuk senjata, bagi 48 negara berkembang.

Negara tersebut antara lain Bangladesh, Sierra Leone dan Haiti, menurut pernyataan email dari kantor Perdana Menteri Inggris seperti dikutip Bloomberg, Minggu (25/6/2017).

Inggris juga akan berusaha untuk memperluas hubungan dengan sejumlah negara, antara lain Jamaika, Pakistan dan Ghana.

Seperti diketahui pemungutan suara pada 2016 menghasilkan kemenangan suara untuk meninggalkan blok Uni Eropa (Brexit).

Perundingan Brexit yang dimulai 19 Juni di Brussels, Uni Eropa untuk memberi kejelasan tentang masa depan warganya yang tinggal di Inggris sebelum perundingan mengenai hubungan perdagangan pasca-Uni Eropa dimulai.

Menteri Perdagangan Liam Fox telah melakukan diskusi dengan negara-negara termasuk A.S. dan India untuk mendapatkan kesepakatan baru.

"(Keluarnya) kami dari UE adalah kesempatan untuk meningkatkan komitmen kami ke seluruh dunia, tidak melangkah jauh dari mereka," kata Fox.

Yaitu dengan memberikan omitmen membantu negara-negara berkembang menumbuhkan ekonomi dan mengurangi kemiskinan melalui perdagangan.

Pemerintah Inggris saat ini mengimpor sekitar 20 miliar pound sterling (US$25,6 miliar) per tahun dari negara-negara berkembang, termasuk Bangladesh dan Sierra Leone.

Hampir 80% teh yang dipasarkan di Inggris berasal dari negara-negara berkembang, komoditas lainnya yang dominan adalah kopi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teh hijau
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top