Kementan Dorong Pemda Bangun RPH Unggas

Kementerian Pertanian mendorong pemerintah daerah membangun membangun Rumah Pemotongan Hewan Unggas agar peternak dapat berdaya saing.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 02 Juni 2017  |  20:37 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian mendorong pemerintah daerah membangun membangun Rumah Pemotongan Hewan Unggas agar peternak dapat berdaya saing.

Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang saat ini terus mendorong tumbuhnya usaha pemotongan, penyimpanan dan pengolahan unggas. Sehingga hasil usaha peternak tidak lagi dijual sebagai ayam atau itik segar, melainkan dalam bentuk daging beku ataupun inovasi produk lainnya.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengapresiasi inisiasi Pemkab Pati membangun Rumah Pemotongan Hewan Unggas sebagai upaya memberdayakan peternak unggas di wilayahnya agar lebih berdaya saing. Ini sekaligus dapat mendukung upaya Pemkab Pati mengembangkan daerahnya menjadi pusat agribisnis peternakan itik.

"Saya sangat mengapresiasi pembangunan RPHU (Rumah Potong Hewan Unggas) yang diinisiasi oleh Pak Wakil Bupati Pati untuk dapat memberdayakan peternak unggas agar lebih berdaya saing," tuturnya dalam keterangan resmi, Jumat (2/6).

Diamirta menyampaikan pasar untuk komoditi unggas di Indonesia didominasi fresh commodity, sehingga produk mudah rusak. Kecepatan distribusi dan keseimbangan supply-demand menjadi faktor penting penentu harga, sehingga intervensi perlu dilakukan dari hulu hingga hilir.

Saat ini perusahaan yang memiliki Rumah Pemotongan Hewan Unggas telah melakukan penyimpanan dengan fasilitas cold storage hanya mampu menampung stock sebesar 15%-20% dari total produksi. Peternak mandiri maupun integrator saat ini sama-sama menjual ayam hidup, sehingga keduanya terjebak pada commodity trap (jebakan komoditi dimana harga tergantung pada supply demand). Akibatnya, ketika harga jatuh, peternak dengan modal kecil yang umumnya tidak memiliki cadangan dana akan mudah mengalami kebangkrutan.

Wakil Bupati Kabupaten Pati Saiful Arifin menyampaikan, Pati dirancang sebagai Sentra Peternakan Itik Nasional. Untuk itu, akan disiapkan 200 desa yang akan menjalankan peternakan itik. Masing-masing desa ada 10 peternak dan setiap peternak akan berbudidaya itik pedaging sebanyak 500-1000 ekor, yang nantinya akan memproduksi sekitar 1 juta ekor per periode atau 12 juta ekor per tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kementan, unggas

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top