Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PEKERJA ILEGAL: Imigrasi Tolak Masuk 6 WN China dan 2 WN Lain

Kantor Imigrasi Soekarno - Hatta kembali menolak masuk enam warga negara China yang akan masuk ke Indonesia.nn
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 08 Maret 2017  |  09:20 WIB
Ilustrasi: Petugas Imigrasi kelas 1 Bengkulu menggiring WNA asal Cina tanpa dokumen legal di Kantor Imigrasi kelas 1 Provinsi Bengkulu, Jum'at (20/1/2017). - Antara/David Muharmansyah
Ilustrasi: Petugas Imigrasi kelas 1 Bengkulu menggiring WNA asal Cina tanpa dokumen legal di Kantor Imigrasi kelas 1 Provinsi Bengkulu, Jum'at (20/1/2017). - Antara/David Muharmansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Kantor Imigrasi Soekarno - Hatta kembali menolak masuk enam warga negara China yang akan masuk ke Indonesia.

Agung Sampurno, Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi memaparkan, salah satu alasan penolakan, karena ditengarai mereka akan bekerja secara ilegal.

"Diduga akan bekerja ilegal, karena tujuan mereka tak jelas, biaya hidup tidak memadai, ditolak negara lain dan tidak memiliki tiket pulang," kata Agung, Rabu (8/3/2017).

Adapun keenam warga negara China itu berinisial LX, DJ, YJ, WL, LK, dan HL. Kendati berasal dari negeri yang sama, namun mereka masuk ke Indonesia melalui jalur yang berbeda.

Untuk lima warga China yang pertama mereka masuk ke Indonesia dari Hongkong, sedangkan HL masuk lewat Kuala Lumpur, Malaysia.

"Mereka semuanya sudah dikembalikan ke embarkasi awalnya," jelasnya.

Selain warga negara China, petugas Imigrasi juga menolak masuk seorang warga negara Pakistan dan seorang warga negara Bangladesh.

"Mereka juga sudah dipulangkan ke embarkasi awal," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tka
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top