Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Naik 12 Kali lipat, ‎Indonesia Kelola Ekspor ke Rwanda

Indonesia akan mengelola kinerja ekspor dan impor terhadap Rwanda yang diklaim mengalami kenaikan hingga 12 kali lipat pada 2016 dibandingkan dengan 2015.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 12 Januari 2017  |  12:28 WIB
Retno Marsudi - Reuters/Iqro Rinaldi
Retno Marsudi - Reuters/Iqro Rinaldi

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia akan mengelola kinerja ekspor dan impor terhadap Rwanda yang diklaim mengalami kenaikan hingga 12 kali lipat pada 2016 dibandingkan dengan 2015.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan potensi perdagangan ke negara Afrika Timur ‎tersebut sangat menjanjikan kendati jumlah penduduknya hanya 12 juta jiwa. Rwanda bahkan juga berkeinginan membuka kantor kedutaan besar di Jakarta.

"Kenaikan 12 kali lipat ini merupakan potensi besar yang bisa kami kelola," kata Retno‎ seusai menerima kunjungan kehormatan parlemen Korea Selatan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (12/1/2017).

‎Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai pengapalan Indonesia ke Rwanda pada 2015 mencapai US$400.800. Nilai tersebut meningkat tajam mencapai US$5,25 juta pada 2016.

Sebaliknya, Indonesia hanya mengimpor barang senilai US$13.000 pada 2015 dan US$41.700 pada 2016. Hampir seluruh transaksi dagang yang dilakukan untuk komoditas nonmigas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor rwanda
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top