Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menteri Susi akan Tegas Soal Penangkapan Benih Lobster

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan tidak akan main-main dengan nelayan yang melakukan penangkapan secara ilegal terutama bagi yang menangkap benih lobster.
Eka Chandra Septarini
Eka Chandra Septarini - Bisnis.com 16 Desember 2016  |  02:40 WIB
Menteri Susi akan Tegas Soal Penangkapan Benih Lobster
Susi memberikan pengertian kepada para nelayan setempat agar tidak menangkap dan menjual lobster yang masih kecil. - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, MATARAM - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan tidak akan main-main dengan nelayan yang melakukan penangkapan secara ilegal terutama bagi yang menangkap benih lobster.

Dalam kunjungan kerjanya di Dusun Awang, Desa Mertak Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Susi mengatakan akan menghentikan dana asuransi nelayan yang dialokasikan oleh KKP dari dana APBN untuk nelayan yang melanggar.

"Jadi saya minta jaga benihnya. nanti kalau enggak, kalau tahun depan masih ada penangkapan, saya minta ijin sama Presiden, agar Lombok dicoret saja dari daftar asuransi dan bantuan," ujar Susi di Dusun Awang, Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Kamis (15/12/2016).

Susi menambahkan pihaknya akan memberikan bantuan kepada nelayan setempat agar dapat menangkap ikan dan hasil laut dengan cara-cara yang legal. Susi meminta pihaknya segera menyiapkan bantuan sebanyak 10 bubu dan 10 set jaring untuk masing-masing nelayan.

Susi memberikan pengertian kepada para nelayan setempat agar tidak menangkap dan menjual lobster yang masih kecil. Hal tersebut dikarenakan harga jual yang masih rendah dan hanya menguntungkan tengkulak semata.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Lobster Menteri Susi
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top