Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Genangan Tol Cikampek: Izin Pengembang Delta Mas Terancam Dicabut

Pemerintah segera melakukan audit terhadap penyebab genangan air yang melanda tol JakartaCikampek arah Jakarta di sekitar wilayah Deltamas KM 38. Pasalnya genangan itu juga pernah terjadi sebelumnya pada Februari 2016
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 16 November 2016  |  00:06 WIB
Banjir di Tol Cikampek - Antara
Banjir di Tol Cikampek - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah segera melakukan audit penyebab genangan air di Tol Jakarta—Cikampek arah Jakarta di sekitar wilayah Deltamas KM 38. Pasalnya, genangan itu juga  terjadi  pada Februari 2016.

Dirjen Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional, Budi Situmorang mengatakan. audit akan dilakukan untuk mengetahui detail penyebab terjadinya genangan itu. Apabila nantinya ditemukan pelanggaran tata ruang, maka pihaknya berhak mencabut izin operasional dari pengembang Delta Mas karena telah melakukan kelalaian.

“Kami belum tahu persis penyebabnya. Ada pelanggaran bisa kita cabut izinnya, tapi itu kan harus ada penyelidikan dulu, dan harus benar-benar ada bukti, makanya ada audit,” katanya Selasa (15/11/2016).

Menurut dugaan sementaranya, penyebab terjadinya luapan air, karena sedimentasi yang tinggi pada situ atau tempat penampungan air yang dibangun oleh pihak pengembang. Ini menyebabkan pendangkalan yang berdampak pada meluapnya air ke jalan tol.

Dikatakan, penyebab sedimentasi itu perlu diselidiki lebih jauh.

“Kami akan ikuti dari hulu, ada kerusakan di hulu sehingga membuat sedimentasi tinggi. Audit akan dilakukan dari hulunya nanti pasti akan ketahuan,” imbuhnya.

Sementara itu, operator Tol Jakarta—Cikampek, PT Jasa Marga Tbk mendesak pengembang Kawasan Delta Mas segera memenuhi kewajibannya supaya tidak terulang kejadian sama. 

Kewajiban Pengembang

AVP Corporate Communication JSMR Dwimawan Heru menjelasakan, kewajiban itu mengacu pada kesepakatan yang telah dibuat pada luapan yang terjadi Februari 2016. Heru mengatakan, saat itu Jasa Marga telah melakukan koordinasi dengan Pihak PT Puradelta Lestari Tbk. sebagai pengembang Kawasan Delta Mas. 

Dalam kesepakatan itu, pihak pengembang Kawasan Deltamas sepakat akan melakukan perbaikan sistem drainase lingkungan kawasan, agar kejadian tersebut tidak terulang dan berdampak terhadap lalu lintas jalan tol maupun kerusakan perkerasan jalan tol.

Beberapa poin di antaranya pihak pengembang Delta Mas akan menambah kapasitas tampungan Situ Alamsari dari semula luasnya 4 Ha menjadi 9 Ha. Kemudian, membuat saluran permanen dari Situ Alamsari ke arah Sungai Cibeet di sisi timur Km 41 Jalan Tol Japek.

Selain itu, saluran permanen belum dapat dilaksanakan, maka PT Puradelta Lestari Tbk. akan membuat saluran sementara untuk mencegah naiknya air di Situ Alamsari dan Situ Rawa Binong, serta melakukan normalisasi Situ Rawa Binong.

Namun, menurut JSMR, sampai dengan saat ini pihak pengembang Delta Mas baru menyelesaikan perluasan Situ Alam Sari menjadi 9 Ha saja dan belum menyelesaikan sodetan ke kali Cibeet secara permanen maupun sementara (temporary), serta normalisasi Situ Rawa Binong.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir tol
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top