Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PRODUKTIVITAS PADI: Pemerintah Alokasikan Bantuan 2.850 Ton Benih Hibrida

Pemerintah mengalokasikan bantuan 2.850 ton benih padi hibrida hingga akhir tahun untuk mengerek produktivitas 9-10 ton per hektare
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 27 Oktober 2016  |  16:23 WIB
Ilustrasi. - .
Ilustrasi. - .

Bisnis.com, NGAWI -- Pemerintah mengalokasikan bantuan 2.850 ton benih padi hibrida hingga akhir tahun untuk mengerek produktivitas 9-10 ton per hektare.

Bantuan itu terdiri atas 600 ton benih gratis untuk areal tanam 40.000 hektare dan benih subsidi sebanyak 2.250 ton untuk areal tanam 150.000 ha dengan harga Rp4.100 per kg.

Bantuan tersebut sekaligus untuk mendorong penggunaan benih padi hibrida oleh petani yang saat ini luas tanamnya hanya 200.000-300.000 ha alias 2% dari luas areal tanaman padi. Padahal, potensi produksi padi hibrida lebih tinggi dari padi inbrida yang hanya 5-8 ton per ha.

"Kami manjakan petani. Kalau gunakan benih unggul, produksi meningkat 30%," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman ketika panen benih padi hibrida Sembada B9 di Desa Ngompro, Kecamatan Pangkur, Ngawi, Jawa Timur, Kamis (27/10).

Hingga 2016, terdapat100 varietas padi hibrida yang telah dilepas, terdiri atas varietas introduksi 77 varietas dan varietas hasil pemulihan dalam negeri 23 varietas. Varietas hibrida yang berkembang dan ditanam petani a.l. HIPA 9, PP3, MAPAN P05, SLB, Candra, Sembada B9, Sembada 168, dan Sembada 188.

Penyediaan benih padi hibrida rata-rata 1.750-2.250 ton per tahun, terdiri atas produksi dalam negeri 750 ton dan impor 1.000-1.500 ton. Produsen benih yang kini masih aktif menyediakan benih padi hibrida sekitar 11 produsen dan hanya 4 produsen yang masih aktif memproduksi benih dalam negeri, yaitu PT Biogene Plantation, PT Sang Hyang Seri (Persero), PT Agroseed Manunggal, dan PT Dupont Indonesia.

"Kami beri waktu produsen tiga tahun. Silakan impor selama tiga tahun, tapi setelah itu harus produksi di dalam negeri," kata Dirjen Tanaman Pangan Hasil Sembiring.

PT Biogene Plantation telah melepas varietas benih padi hibrida sebanyak 9 varietas, yaitu B3, B5, B8, dan B9 (dilepas 2008); Sembada 101 dan Sembada 168 (dilepas 2010) serta Sembada 188, Sembada 626, dan Sembada 989 (dilepas 2014).

Varietas Sembada B9 dan Sembada 168 telah dilepas dan diproduksi benihnya, sedangkan varietas Sembada 626 dan Sembada 989 yang baru dilepas pada 2014 belum bisa diproduksi di dalam negeri dan untuk memenuhi kebutuhan benih tersebut, Biogene masih melakukan importasi.

Areal penangkaran PT Biogene Plantation di Ngawi varietas Sembada B9 dan Sembada 168 seluas 200 ha dengan produksi benih sekitar 500 ton, untuk memenuhi areal tanam seluas 33.000 ha. Dengan tanam benih padi hibrida, terjadi peningkatan produktivitas 2-3 ton sehingga diperoleh tambahan produksi 66.000-99.000 ton gabah kering panen.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

padi
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top