Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengamat : Program Swasembada Daging Harus Terukur

Kalangan pengamat peternakan nasional menilai apapun program swasembada daging yang dicanangkan pemerintah, efektivitas dan tingkat keberhasilannya harus terukur.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 09 Oktober 2016  |  13:10 WIB
Kalangan pengamat peternakan nasional menilai apapun program swasembada daging yang dicanangkan pemerintah, efektivitas dan tingkat keberhasilannya harus terukur. - ilustrasi
Kalangan pengamat peternakan nasional menilai apapun program swasembada daging yang dicanangkan pemerintah, efektivitas dan tingkat keberhasilannya harus terukur. - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Kalangan pengamat peternakan nasional menilai apapun program swasembada daging yang dicanangkan pemerintah, efektivitas dan tingkat keberhasilannya harus terukur.

Ketua Umum Perhimpunan Peternakan Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Boediyana mengatakan program-program swasembada sapi yang disusun pemerintah sejak 2005 kerap sulit diukur efektivitasnya dan tidak ada evaluasi atas target keberhasilannya.

“Yang penting programnya harus terukur. Tidak perlu pakai konsep yang macem-macem dan lebih baik fokus ke satu program, seperti program inseminasi buatan (IB) ini. Bisa diukur berapa tingkat kebuntingan ternaknya,” ujar Teguh, Minggu (9/10).

Dia merujuk pada Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang dicanangkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman pada Sabtu (8/10) kemarin. Amran menargetkan 4 juta ekor sapi dikawinkan baik melalui kawin alam maupun IB pada 2017 dan minimal 3 juta kelahiran sapi baru di 2018.

Program tersebut dituangkan dalam peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 48/Permentan/PK.210/10/2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting yang ditandatangani Amran pada 3 Oktober 2016.

Menurut Teguh, program swasembada sapi yang sebelumnya digagas Kementan cenderung kurang efektif. Program penguatan Sentra Peternakan Rakyat (SPR) misalnya, sulit diukur tingkat capaiannya.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan Upsus Siwab akan memaksimalkan potensi sapi indukan di dalam negeri untuk dapat terus menghasilkan pedet. Program ini pun menjadi fokus Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) pada 2017 mendatang.

“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana meningkatkan produksi dengan inseminasi buatan. Tahun ini, dari program IB itu sudah ada penambahan 1,4 juta ekor anakan dari 2 juta yang di-IB. tahun ini kami susun targetnya 4 juta IB mudah-mudahan bisa ada 3 juta kelahiran baru,” kata Mentan saat meluncurkan Upsus Siwab, Sabtu (8/10/2016).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

swasembada daging
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top