Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

September 2016, Nilai Tukar Petani di Sulsel Turun

Nilai Tukar Petani di Sulawesi Selatan pada September 2016 mengalami penurunan seiring dengan pergerakan indeks harga barang konsumi lebih besar dibandingkan dengan pendapatan yang diterima.
Amri Nur Rahmat
Amri Nur Rahmat - Bisnis.com 07 Oktober 2016  |  03:47 WIB
Petani karet - Ilustrasi
Petani karet - Ilustrasi

Bisnis.com, MAKASSAR - Nilai Tukar Petani di Sulawesi Selatan pada September 2016 mengalami penurunan seiring dengan pergerakan indeks harga barang konsumi lebih besar dibandingkan dengan pendapatan yang diterima.

Badan Statistik (BPS) Sulsel yang dikutip, Kamis (6/10/2016), NTP Sulsel pada bulan lalu turun sebesar 0,35% menjadi 104,86 dari bulan sebelumnya yang mencapai 105,23. Kondisi tersebut dipicu besaran indeks yang dibayar petani (lb) bergerak naik 0,21% sedangkan indeks yang dibayar petani (lt) justru turun 0,15%.

Secara terperinci, seluruh indikator lt sepanjang bulan lalu mengalami peningkatan yang meliputi konsumsi rumah tangga sebesar 0,19% serta ongkos produksi dan penambahan barang modal petani yang mencatatkan grafik peningkatan harga sebesar 0,19%.

Subsektor perkebunan rakyat mencatatkan penurunan NTP paling tinggi sebesar 2,16%, kemudian disusul tanaman pangan 0,77% serta hortikultura 0,01%.

Kendati demikian, terdapat pula subsektor yang justru mengalami kenaikan indeks NTP sepanjang bulan kendati yakni peternakan sebsar 1,66% dan perikanan 0,34%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nilai tukar petani
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top