Jaring Wisman Timor Leste, Festival Crossborder Digelar di NTT

Indonesia menggelar Festival Crossborder di Atambua, NTT, untuk menjaring lebih banyak wisatawan asal Timor Leste sekaligus meningkatkan aktivitas industri pariwisata di perbatasan.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 22 Agustus 2016  |  00:46 WIB
Jaring Wisman Timor Leste, Festival Crossborder Digelar di NTT
Kesenian di Atambua - Antara/Yudhi Mahatma

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia menggelar Festival Crossborder di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, untuk menjaring lebih banyak wisatawan manca negara asal Timor Leste sekaligus meningkatkan aktivitas industri pariwisata di kawasan perbatasan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan festival itu merupakan salah satu strategi Kementerian Pariwisata dalam menarik kunjungan wisman dari negara tetangga ke Indonesia terutama di wilayah perbatasan.

"Oleh karena itu kami menggelar Festival Crossborder di Atambua sepanjang Mei hingga Desember 2016," ujar Arief dalam keterangan tertulis pada Minggu (21/8/2016). Rangkaian acara festival Atambua ini dilaksanakan pada 20 Agustus 2016 di Atambua.

Arief Yahya menyebutkan untuk mencapai target kunjungan 20 juta wisatawan pada 2019, banyak strategi yang harus dilakukan Indonesia salah satunya adalah mengembangkan wisata perbatasan.

Menurut dia, salah satu keuntungan yang dapat diperoleh dari kegiatan wisata crossborder ialah terdapat hubungan emosional yang kuat antara masyarakat dengan wisatawan. "Ini karena biasanya terdapat akar budaya yang masih serumpun, bahkan sampai pada hubungan kekerabatan antara wisatawan dengan masyarakat setempat."

Atambua, misalnya, adalah salah satu daerah perbatasan yang sangat potensial untuk menarik wisatawan dari Timor Leste.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) I Gde Pitana mengatakan Festival Crossborder Atambua 2016 akan dilaksanakan di tiga daerah perbatasan antara Indonesia dengan Timor Leste di NTT yakni di Kabupaten Belu (Atambua), Kabupaten Malaka (Betun), dan Kabupaten Timor Tengah Utara (Kefamenanu-Tanjung Bastian).

Di daerah tersebut terletak tiga pintu perbatasan yang menghubungkan antara Indonesia dengan Timor Leste.

"Kegiatan Festival Crossborder di Atambua ini berbentuk konser musik yang menampilkan tim kesenian dari Indonesia berkolaborasi dengan tim kesenian dari Timor Leste," ujarnya.

Pitana mengatakan kegiatan ini juga telah melibatkan dan mengundang pemerintah dari kedua negara. Beberapa acara yang ditampilkan adalah tarian, musik tradisional, serta konser grup band dan artis dari kedua negara.

Sebelumnya pada 30 Juli 2016 juga telah dilaksanakan Festival Crossborder di Dili, Timor Leste, yang juga memiliki konsep konser musik dan bazar yang dimeriahkan oleh kedua negara.

Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata Vinsensius Jemadu mengatakan penyelenggaraan Festival Crossborder terbukti meningkatkan kunjungan wisman khususnya melalui perbatasan Mota'ain (wilayah di Bobonaro, Timor Leste) ke Indonesia.

"Pada festival musik Atambua pada awal tahun ini saja dihadiri 3.000 penonton. Pada Festival Crossborder pada 11 Juni 2016, penonton totalnya 30.000 orang," kata Vinsensius.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, festival, timor leste

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top