Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diterpa Isu Pajak dan Ekonomi, Segmen Properti Sangat Mewah Masih Menjanjikan

Sejumlah kalangan menyakini pasar properti residensial segmen sangat mewah memiliki prospek yang tetap menjanjikan meski dibayang-bayangi isu pelemahan ekonomi dan beban pajak yang tinggi.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 28 Juli 2016  |  18:40 WIB
Ilustrasi pembangunan perumahan - Antara
Ilustrasi pembangunan perumahan - Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Sejumlah kalangan menyakini pasar properti residensial segmen sangat mewah memiliki prospek yang tetap menjanjikan meski dibayang-bayangi isu pelemahan ekonomi dan beban pajak yang tinggi.

Vice President Coldwell Banker Commercial Indonesia Dani Indra Bhatara mengatakan, Coldwell mencatat sekurang-kurangnya ada dua proyek apartemen mewah yang berganti konsep di wilayah CBD.

Sejumlah pengembang memutuskan menyesuaikan luasan unit agar dapat menurunkan harga jual dari semula mencapai lebih dari Rp10 miliar. Hal ini memperlihatkan indikasi pelemahan permintaan yang nyata di pasar.

Meski begitu, ada indikasi lain terkait kekuatiran konsumen beberapa kuartal belakangan untuk membeli properti sangat mewah. Alasan utamanya bukan karena beban pajak yang tinggi, tetapi kekuatiran akan diperiksa kembali seluruh kewajiban perpajakannya begitu diketahui kemampuan daya belinya.

“Kalau tax amnesty akhirnya digunakan dengan baik oleh investor tadi dan semua asetnya menjadi clear dan tidak ada beban lagi, mereka bisa lebih tenang belanjakan uangnya sesuai kelas mereka. Kita lihat, kalau itu berhasil, segmen sangat mewah akan bergerak lagi,” katanya melalui sambungan telepon, dikutip Kamis (28/7/2016).

Direktur PT Ciputra Property Tbk. Artadinata Djangkar mengatakan, kalangan pengembang telah merasakan pelemahan penjualan di segmen mewah dan sangat mewah selama kurang lebih dua tahun terakhir.

Dirinya pun sependapat bahwa pengampunan pajak berpotensi mendorong pasar untuk kembali bergairah karena adanya likuiditas tambahan dari dana repatriasi. Ciputra saat ini masih memiliki sejumlah unit produk properti mewah yang belum terserap pasar di Ciputra World I dan Ciputra World II di Jl. Satrio serta Ciputra International, Puri.

Sebaliknya, broker properti menilai isu pelemahan ekonomi dan pajak yang tinggi tidak terlalu berpengaruh bagi sebagian produk properti sangat mewah di sejumlah lokasi premium yang selama ini dicitrakan sebagai kawasan elit.

CEO Alexa Project Marketing F. Rach. Suherman mengatakan, properti mewah dan sangat mewah umumnya memiliki segmen pasar yang unik dan relatif kebal terhadap krisis. Menurutnya, penjualan sejumlah proyek mewah di Jakarta justru masih relatif stabil tahun ini.

“Langham Residence, Pondok Indah Residence, Ananda Maya, Casa Domain, Antasari 45, Antasari Heights, itu contoh properti yang cukup mahal dan penjualannya cukup oke menghadapi tantangan pasar dibanding yang lain,” katanya.

Dirinya menilai, beban pajak bagi properti sangat mewah yang totalnya mencapai 40% dari harga jual relatif tidak terlalu menghalangi pembeli segmen ini yang memang punya daya beli tinggi. Pasalnya, peningkatan nilai properti tersebut dalam dua tahun sudah bisa menutupi beban pajak tersebut.

Selain itu, saat ini pemerintah telah mengeluarkan insentif berupa kelonggaran bagi orang asing yang berdiam di Indonesia untuk membeli properti dengan kategori mewah, mulai Rp5 miliar untuk apartemen. Hal ini tentu membuka ceruk pasar baru meskipun mungkin tidak begitu tinggi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

barang mewah
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top