Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TOL CISUMDAWU: Pinjaman ke China Kembali Diajukan

Pemerintah kembali berencana mengajukan pinjaman kepada China Exim Bank tahun ini untuk membangun tol Cisumdawu porsi pemerintah di seksi I, setelah pekan lalu menyelesaikan penandatanganan perjanjian pinjaman untuk ruas yang sama di seksi II.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 28 Juni 2016  |  23:14 WIB
Proyek jalan tol Cisumdawu - Ilustrasi
Proyek jalan tol Cisumdawu - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah kembali berencana mengajukan pinjaman kepada China Exim Bank tahun ini dalam membangun tol Cisumdawu porsi pemerintah di seksi I, setelah pekan lalu menyelesaikan penandatanganan perjanjian pinjaman untuk ruas yang sama di seksi II.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional IV untuk wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten, Bambang Hartadi mengungkapkan kebutuhan pendanaan yang diperlukan sebesar Rp2,1 triliun untuk konstruksi Seksi I Cileunyi—Rancakalong sepanjang 12 km. Besaran nilai itu tak mungkin dipenuhi oleh APBN.

“Prosesnya sedang kami ajukan ke Bappenas dan Menteri Keuangan, internal kami sudah selesai. Tinggal Pak Sekjen mengirim surat atas nama menteri ke Bappenas dan Menteri Keuangan,” katanya kepada Bisnis Selasa (28/6/2016)

Dia melanjutkan setelah mendapat persetujuan dari Bappenas maka pengajuan pinjama kepada China dapat segera diproses tahun ini, sehingga pada 2017 pihakya menargetkan pengerjaan fisik telah mulai terlaksana.

“Harus diproses tahun ini. Kalau nggak nanti sangat terlambat bandara Kertajati sudah jadi, jalan ini belum jadi,” ucapnya.

Apalagi menurutnya penandatangan perjanjian pinjaman dari China membutuhkan waktu lebih lama dan berbeda prosesnya dibandingkan dengan pinjaman luar negeri lainnya semisal ADB maupun World Bank

Loan agreement China ini kan beda, terbalik dengan World bank dan pinjaman luar negeri lainnya. Kalau World Bank pasti loan-nya udah beres dulu beres tingal tender tanda tangan kontrak. Tapi kalau China kami harus tanda tangan kontrak [tender] dulu baru loan agreement,” jelasnya.

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hediyanto W Husaini menyatakan pekan lalu telah melakukan penandatanganan pendanaan dua ruas tol senilai Rp4,5 triliun dengan Bank Exim China untuk pendanaan dua ruas tol yaitu Manado-Bitung sepanjang 39 kilometer dan Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Seksi II sepanjang 17 kilometer.

Penandatanganan itu akhirnya terlaksana setelah mundur dari target semula akhir tahun lalu. akibat kendala teknis.

Kendala teknis yang dimaksud mencakup perubahan desain teknis mengenai terowongan sepanjang 472 meter yang terdapat dalam paket konstruksi fase kedua dari seksi II tol Cisumdawu . Perubahan teknis mengenai hal ini pun telah disetujui oleh kedua belah pihak.

Hediyanto mengatakan dengan pencairan pinjaman China ini, pemerintah akan segera memulai konstruksi untuk fase dua seksi II. Lahan yang telah terbebas untuk seksi II mencapai 90,93% sehingga telah siap untuk dikerjakan, dan ditargetkan selesai pada 2018.

“Sekarang kan sudah ditandatangani, uang mukanya bisa di-release dengan sangat cepat. Kita tinggal revisi DIPA ya, untuk rupiahnya,” ujarnya.

Seperti diketahui, tol Cisumdawu terdiri dari enam seksi, yaitu Seksi I Cileunyi-Rancakalong (12,025 km), Seksi II Rancakalong-Sumedang (17,05 km), Seksi III Sumedang-Cimalaka (3,75 km), Seksi IV Cimalaka-Legok (8,2 km), Seksi V Legok-Ujung Jaya (16,42 km) dan Seksi VI Ujung Jaya-Dawuan (4,23 km).

Dari keenam seksi tersebut, pemerintah memberikan dukungan konstruksi untuk seksi I dan II sepanjang total 29,7 kilometer guna meningkatkan kelayakan tol tersebut, sedangkan seksi III dan IV sepanjang 30,8 kilometer akan ditawarkan kepada badan usaha. Pelelangan investasi untuk seksi tersebut rencananya akan dibuka dalam waktu dekat.

Pekerjaan konstruksi untuk fase pertama seksi II dikerjakan oleh kontraktor Shanghai Construction Group Co. Ltd, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk serta PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Sementara itu, fase kedua seksi II porsi pemerintah saat ini dikerjakan oleh beberapa kontraktor, antara lain Metallurgical Corporation of China Ltd (MMC), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Ninda Karya (Persero) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tol
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top