Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

GAPKI Minta Moratorium Sawit Dipertimbangkan

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia meminta pemerintah dapat melibatkan pelaku usaha untuk mempertimbangkan kembali penetapan moratorium pembukaan lahan baru tanaman kelapa sawit.
Fatia Qanitat
Fatia Qanitat - Bisnis.com 26 April 2016  |  10:41 WIB
GAPKI Minta Moratorium Sawit Dipertimbangkan
Ilustrasi - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, YOGYAKARTA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia meminta pemerintah dapat melibatkan pelaku usaha untuk mempertimbangkan kembali penetapan moratorium pembukaan lahan baru tanaman kelapa sawit.

Sekretaris Jenderal GAPKI Togar Sitanggang mempertanyakan apakah kebijakan moratorium tersebut perlu diterapkan atau tidak.

"Perlukan moratorium ini? Alasannya ekonomi dunia sedang melambat sehingga permintaan dari Eropa dan China melambat. Tapi di sisi lain, karena kondisi cuaca, pasokan terbatas dan berkurang. Harga bisa melambung tinggi," ujarnya dalam acara Workshop Gambut untuk Budidaya Sawit yang Berkelanjutan, Selasa (26/4/2016).

Dia menyatakan pihaknya telah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo terkait hal tersebut.

Dalam surat, GAPKI memaparkan alasan agar penerapan moratorium perlu dipertimbangkan kembali.

Mengutip data Badan Pusat Statistik, Togar menuturkan nilai ekspor dari kelapa sawit pada 2015 mencapai US$18,6 miliar.

Hal tersebut membuktikan bahwa komoditas tersebut menjadi penyumbang devisa terbesar di Indonesia.

"Nilai ekspor sawit sudah melampaui migas, dan sawit menjadi yang paling tinggi. Selain itu, jumlah ekspor tersebut belum termasuk hasil ekspor dari produk oleochemical dan biodiesel," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sawit
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top