Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Stok Pupuk Musim Tanam Tahun Ini Dipastikan Aman

Petrokimia Gresik memastikan stok pupuk musim tanam tahun ini aman
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 17 April 2016  |  20:21 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, GRESIK—PT Petrokimia Gresik memastikan keamanan stok pupuk untuk memenuhi kebutuhan di sektor pertanian selama musim tanam April – September 2016.

Direktur Produksi PT Petrokimia Gresik (PG) I Ketut Rusnaya mengatakan ketersediaan stok pupuk di pabrik dalam level aman sedikitnya cukup untuk dua pekan. Total stok yang dimiliki perusahaan pupuk pelat merah ini sejak Januari sampai 8 April tahun ini mencapai 996.645 ton secara nasional.

“Kami sudah sangat siap sekarang bahkan sampai ke tingkat distribusi lini tiga dan empat, yakni distributor dan kios. Stok kami melebihi yang ditentukan,” ucapnya.

Berdasarkan data yang dipublikasikan PG diketahui stok untuk pupuk urea tercatat 43.888 ton. Jumlah ini mencakup wilayah Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Magetan, Ngawi, Kota Madium, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Mojokerto.

Selain urea juga ada stok untuk NPK sebanyak 508.267 ton, ZA 190.399 ton, SP-36 sekitar 175.713 ton, dan pupuk organik berjumlah 78.379 ton. Untuk pupuk organik cakupan wilayahnya hanya Jogjakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT, sedangkan yang lain secara nasional.

“Di pabrik pupuk NPK stok kami ada sampai lebih dari dua pekan,” ujar I Ketut kepada wartawan.

Dia menjelaskan khusus untuk Provinsi Jawa Timur stok yang ada sampai dengan 8 April tahun ini sebesar 288.369 ton. Stok terbanyak adalah NPK mencapai 106.461 ton diikuti ZA 71.943 ton, Urea 43.888 ton, organik 41.261 ton, dan pupuk SP-36 24.816 ton.

Namun khusus untuk pupuk urea daerah yang tercakup hanya Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Magetan, Ngawi, Madiun, Kota Madium, Mojokerto, dan Kota Mojokerto.

Guna memenuhi kebutuhan di lapangan, Petrokimia Gresik mengklaim siap mengoperasikan pabrik hingga mencapai utilisasi penuh bahkan lebih. Sebagai contoh pabrik pupuk urea utilisasinya mencapai 100% bahkan pabrik pupuk NPK lebih dari itu.

“Kami memang bisa operasikan lebih dari 100% utilisasi. Rerata pabrik kami beroperasi 100%,” ujar I Ketut.

Adapun untuk penugasan penyaluran pupuk sampai dengan 7 April 2016 di Jawa Timur ada 699.476 ton. Jumlah ini terdiri dari urea 104.803 ton, ZA 154.650 ton, SP-36 71.680 ton, NPK 232.223, dan organik 136.120 ton.

Sementara realisasi penyaluran di lapangan tercatat 74% dari total target setara dengan 520.267 ton. Angka ini kumulatif dari distribusi urea 66.241 ton, ZA 132.039 ton, SP-36 54.790 ton, NPK 171.094 ton, dan organik 96.103 ton.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pupuk
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top