Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Merck Catat Peningkatan Penjualan Bisnis Kesehatan 14,5%

PT Merck Tbk membukukan peningkatan penjualan hingga dua-digit dalam sektor bisnis kesehatan hingga 14,5% untuk penjualan obat resep atau biopharma Merck pada 2015 dan tengah menjalankan rencana ekspansi bisnis obat-obatann
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 01 April 2016  |  14:43 WIB
Kantor pusat Merck di New Jersey, AS - Reuters
Kantor pusat Merck di New Jersey, AS - Reuters
Bisnis.com, JAKARTA--PT Merck Tbk membukukan peningkatan penjualan hingga dua-digit dalam sektor bisnis kesehatan hingga 14,5% untuk penjualan obat resep atau biopharma Merck pada 2015 dan tengah menjalankan rencana ekspansi bisnis obat-obatan
 
Pertumbuhan penjualan ini berada di atas peningkatan pasar yang rata-rata hanya berkisar antara 8%-9% pada 2015. Menyusul semakin luasnya akses pasar terhadap obat-obatan PT Merck Tbk juga membukukan untuk bisnis obat bebas atau consumer health yang dijual bebas (OTC) mengalami peningkatan 16% pada akhir 2015.
 
Martin Feulner, Presiden Direktur PT Merck Tbk menyebutkan, pihaknya memang berhasil menikmati beberapa kesuksesan bisnis di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu. Perusahaan berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan mendukung berjalannya bisnis dan kontribusi sosial di Indonesia sejalan dengan logo baru yang inovatif pada tahun 2015.
 
Kontribusi terbesar terhadap kinerja obat-obatan resep Merck datang dari lini produk onkologi, yaitu Erbitux. Seiring dengan semakin banyaknya masyarakat yang bisa mendapatkan akses pengobatan kanker melalui BPJS Kesehatan, Merck pun melihat adanya peningkatan dalam penjualan Erbitux, ujar Feulner dalam siaran pers yang diterima Bisnis.com, Jumat (1/4/2016).
 
Saat ini, produk-produk Merck yang dapat dijual bebas (OTC) berhasil menempatkan Merck di posisi tiga besar perusahaan multinasional yang memproduksi OTC. Beberapa merk besar Merck diantaranya Neurobion, Sangobion, Illiadin, yang masih memimpin di setiap kategori.
 
Untuk memperkuat kontribusi perusahaan dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, pada 2015 Merck juga meluncurkan beberapa produk baru melalui merek yang sudah dikenal luas diantaranya Sangobion Vita-Tonic dan Sangobion Fit.
 
Tak hanya itu, pada 14 Oktober 2015, Merck meluncurkan positioning perusahaan yang baru sebagai perusahaan sains dan teknologi yang inovatif dengan kombinasi keahlian yang unik termasuk di bidang kesehatan.
 
Merck bertujuan untuk memastikan masyarakat mendapatkan manfaat dari keberadaan perusahaan kami. Untuk itu perusahaan akan terus mengimplementasikan tiga pilar yang fokus pada kesehatan, lingkungan dan pemberdayaan dan melakukan peningkatan layanan, tutur Feulner.
 
Pada 2015, divisi pabrik Merck berhasil menjalankan operasionalisasi pabrik dengan baik. Misalnya, Merck mencapai rekor 99,2% untuk skor kepuasan pelanggan. Divisi pabrik Merck juga berhasil mencapai volume produksi 15% di atas target sebanyak 560 juta tablet dan kapsul sekaligus mempertahankan efisiensi biaya produksi hingga 10% di bawah target.
 
Dalam kaitannya dengan kontribusi pasar, 66% total penjualan didominasi oleh pasar lokal sementara 34% merupakan kontribusi pasar ekspor. Total investasi tahun 2015 mencapai Rp 41 miliar meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
 
Dalam kaitannya dengan ekspansi kapasitas pabrik, proyek perbaikan yang tengah dikerjakan Merck akan meningkatkan kapasitas produksi tablet dan kapsul hingga 35% dan juga menambahkan negara tujuan eskpor baru yaitu Panama dan Yunani.
 
Merck juga kini tengah memproses tujuan eskpor baru seperti Timur Tengah. Saat ini Merck melengkapi pabriknya dengan tiga mesin baru, yaitu mesin blister (blistering machine), mesin penyalut gula (sugar coating machine), dan mesin pencampur akhir (final mixer).
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obat merck obat-obatan
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top