Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gubernur Bali Kritik Pembagian Insentif Daerah Tidak Proporsional

Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyoroti sistem kebijakan pembagian dana insentif daerah, karena lebih menguntungkan daerah kaya.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 17 Desember 2015  |  18:40 WIB
Gubernur Bali Made Mangku Pastika - Antara
Gubernur Bali Made Mangku Pastika - Antara

Bisnis.com, DENPASAR--Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyoroti‎ sistem kebijakan pembagian dana insentif daerah, karena lebih menguntungkan daerah kaya.

‎Pastika mengusulkan agar pola pemberian dana insentif daerah (DID), dievaluasi dan menjadikan kemiskinan sebagai pertimbangan, karena dikhawatirkan justru mempertajam kesenjangan.

‎"Badung yang kaya justru dapat dana paling besar, harusnya tidak usah kan sudah kaya. Itu Klungkung, Bangli dan Karangasem malah tidak dapat," ujarnya, Kamis (17/12/2015).

‎Alokasi anggaran untuk transfer daerah khususnya DID besarannya bervariasi. DID merupakan kebijakan pusat yang memberi insentif bagi daerah dengan kinerja baik. Tolak ukurnya antara lain opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2014 dan ketepatan waktu dalam penetapan Perda APBD Tahun Anggaran 2014.

Mengacu pada hasil penilaian tersebut, Kabupaten Badung memperoleh DID paling besar yaitu Rp39,84 miliar, disusul Gianyar Rp39,20 miliar. Sementara Provinsi Bali, Kabupaten Buleleng, Jembrana, Tabanan dan Denpasar masing-masing dijatah DID sebesar Rp5 miliar.

Pastika mengaku sudah mengusulkan evaluasi penilaian DID kepada presiden, dan saat ini pihaknya menunggu pusat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Dana Insentif Daerah
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top