Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

POLEMIK SVLK: Menteri Siti Sudah Lapor Presiden

Menteri KLH dan Kehutanan Siti Nurbaya akan terus memperjuangkan penerapan sistem verifikasi legalitas kayu guna menjamin pengelolaan hutan secara lestari
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 16 Desember 2015  |  06:58 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya akan terus memperjuangkan penerapan sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK) guna menjamin pengelolaan hutan secara lestari.

“Saya sudah laporkan kepada Presiden. Saya akan membahas kembali dengan Menteri Perdagangan Thomas Lembong,” katanya di Jakarta,  Selasa (15/12/2015).

Siti menegaskan SVLK harus bersifat wajib (mandatori), yang mencakup industri hulu maupun hilir. Pasalnya, jika bersifat sukarela, tidak ada jaminan bahwa pengusaha di sektor hilir akan menggunakan bahan baku yang memenuhi SVLK.

“Janganlah bikin asumsi sendiri. Mari kita diskusikan dan duduk bareng-bareng,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Mendag Thomas Lembong pada 19 Oktober silam menerbitkan Permendag No. 89/2015 tentang Ketentuan Ekspor Produk Kehutanan. Beleid itu memungkinkan pelaku usaha tidak lagi wajib menyertakan V-Legal (sebagai bukti SVLK) untuk 15 pos tarif yang meliputi produk industri hilir.

Kemendag beralasan kewajiban SVLK dapat memberatkan kalangan pelaku usaha kecil dan menengah. Bila ini terjadi, ekspor produk hasil hutan Indonesia dapat merosot.

Sontak, keputusan itu mendapat penolakan dari kalangan aktivis lembaga swadaya masyarakat hingga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

SVLK mulai berlaku pada Juni 2009 guna memastikan aspek kelestarian kayu dari asal-usul kayu, izin penebangan, sistem dan prosedur penebangan, pengangkutan, pengolahan, hingga perdagangan. Proses pemeriksaan SVLK dilakukan oleh tim auditor independen.

SVLK direncanakan menjadi syarat wajib ekspor produk kehutanan per 1 Januari 2016. Sayangnya, Permendag No. 89/2015 membuyarkan rencana tersebut. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

svlk kementerian lingkungan hidup dan kehutanan thomas lembong siti nurbaya
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top