Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Asosiasi Profesi Keamanan Pangan Indonesia Resmi Dibentuk

Profesi keamanan pangan atau food safety auditor di Indonesia dinilai kurang diakui kendati sumber daya manusia di sektor tersebut bisa bersaing di kancah internasional.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 11 Mei 2015  |  10:04 WIB
 Ilustrasi. -
Ilustrasi. -

Bisnis.com, BOGOR- Profesi keamanan pangan atau food safety auditor di Indonesia dinilai kurang diakui kendati sumber daya manusia di sektor tersebut bisa bersaing di kancah internasional.

Ketua Asosiasi Profesi Keamanan Pangan Indonesia (Apkepi) Evy Nawangwulan mengatakan selama ini profesi tersebut masih berjalan individual dan dianggap hanya memiliki kompetensi satu bidang saja.

"Padahal SDM kita banyak yang bekerja di perusahaan luar negeri. Dan kita selama ini tidak tahu bahwa food safety auditor banyak membantu semua pihak yang terlibat dalam pangan," ujarnya pada Bisnis.

Evy menuturkan pembentukan Apkepi tersebut mendesak dilakukan seiring kebutuhan industri pangan merupakan salah satu sektor utama. Dengan dibentuknya Apkepi, diharapkan kualitas industri dan olahan pangan di Indonesia bisa semakin meningkat.

Dia memaparkan jumlah profesi keamanan pangan di Indonesia relatif banyak. Hanya saja, selama ini masih mengatasnamakan industri. Ke depan, lanjutnya, setelah dibentuknya Apkepi, diharapkan jumlahnya bisa terdata baik untuk kebutuhan lokal maupun internasional.

Pihaknya menargetkan Apkepi pada tahun ini bisa menjaring 5.000 anggota dari seluruh Indonesia. Setelah itu, pihaknya akan membuka perwakilan di masing-masing daerah dan menjaring lebih banyak lagi anggota.

"Kita perlu satu wadah yang menampung profesi ini. Kita ajak semua pihak untuk membentuk standard bagaimana profesi ini bermanfaat dan membantu industri kecil," paparnya.

Dia memberi contoh selama ini banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah yang gulung tikar atau ditutup paksa oleh aparat gegara kedapatan mencampur bahan makanan yang membahayakan.

"Nah, hal seperti inilah salah satu contoh yang harus kita dekati agar para UMKM bisa lebih maju dan berkembang serta dipercaya konsumen," paparnya.

Evy menambahkan ke depan para food safety auditor tersebut bakal diberi sertifikasi untuk bisa diakui baik di nasional maupun internasional. Masalah sertifikasi, lanjutnya merupakan persoalan utama yang harus dimiliki profesi tersebut.

"Intinya kami ingin mendukung pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional yang ditetapkan dalam PP No. 14/2015 sebagai pelaksanaan amanat UU No. 3/2014 tentang perindustrian," katanya,

Dalam peraturan pemerintah tersebut, lanjutnya, Apkepi akan mengimplementasikan industri pangan sebagai industri prioritas yang memerlukan ahli dan berkompeten tinggi di bidang pangan.

Sumarna Abdurahman, Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) mengatakan sektor sertifikasi bidang keamanan di Indonesia dianggap sangat menghawatirkan. Pasalnya industri pangan masuk dalam 12 sektor utama di Indonesia.

Menurutnya, saat ini hanya sektor pariwisata saja yang telah bersaing baik di kancah lokal maupun internasional, di mana sebagian besar para pelaku pariwisata telah memiliki sertifikasi yang cukup baik.

"Apalagi menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015, profesi food safety auditor ini harus benar-benar muncul dan memiliki pengakuan. Tapi bukan berarti kita telat. Karena lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali," ujarnya.

Halim Nababan, Direktur Surveillance dan Penyuluhan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan 40% konsumen sektor pangan di Asean berasal dari Indonesia. Dengan demikian, dia menyambut baik adanya pembentukan Apkepi tersebut.

"Yang kami sangat harapkan adalah para profesi keamanan pangan ini bisa mempercepat daya saing UMKM agar mereka paham betul seperti apa produk yang aman," ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpom
Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top