Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SETAHUN MH370 HILANG: Tidak Ditemukan Perilaku Menyimpang Pada Diri Pilot dan Kopilot

Pilot dan kopilot menjadi objek investigasi sendiri terkait hilangnya pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan MH370 setahun lalu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 Maret 2015  |  08:13 WIB
Malaysia Airlines MH370 Hilang - Reuters
Malaysia Airlines MH370 Hilang - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pilot dan kopilot menjadi objek investigasi sendiri terkait hilangnya pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan MH370 setahun lalu.

Zaharie Ahmad Shah, sang pilot, pernah dicurigai merupakan simpatisan kelompok tertentu, hal yang diduga 'bisa membahayakan penerbangan'.

Namun investigasi terbaru menunjukkan, tidak ada indikasi perilaku yang tidak biasa di antara pilot dan awak kabin sebelum lepas landas dan lenyap setahun yang lalu.

"Tidak ada tanda-tanda perilaku isolasi sosial, perubahan kebiasaan atau kepentingan, pengabaian diri, penyalahgunaan obat atau alkohol dari kapten, perwira pertama dan awak kabin," kata laporan sementara yang dirilis Ahad (8/3/2015) tentang penyelidikan atas pesawat bermesin jet itu.

Laporan terbaru ini lebih banyak berisi informasi faktual tentang pesawat yang hilang ketimbang analisis. Dalam laporan disebutkan, sang pilot Zaharie Ahmad Shah disebutkan tidak memiliki masalah pribadi atau keuangan.

"Kemampuan pilot untuk menangani stres di tempat kerja dan rumah juga cukup baik. Tidak ada riwayat apatis, kecemasan, atau lekas marah," kata laporan itu.

Selain itu, masih dalam laporan yang sama, tidak ada perubahan signifikan dalam gaya hidupnya, konflik interpersonal, atau tekanan keluarga.

Dalam investigasi ini, para peneliti menyelidiki latar belakang para awak pesawat. Mereka juga memeriksa rekaman CCTV awak pesawat di bandara setidaknya dalam tiga penerbangan sebelumnya untuk melihat tanda-tanda perubahan perilaku.

Laporan sementara - dimana pihak berwenang Malaysia diminta untuk mengumumkannya sesuai standar penerbangan sipil internasional - mengungkapkan bahwa baterai pemancar lokasi bawah air pada perekam data MH370 telah kadaluwarsa lebih dari setahun sebelum hilangnya pesawat.

Laporan, mengutip catatan pemeliharaan, mengatakan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan baterai diganti sebelum habis masa berlakunya pada Desember 2012. Meskipun baterai tersebut dapat beroperasi melewati tanggal kadaluwarsa, namun tidak menjamin bahwa alat ini akan bekerja memenuhi persyaratan minimum 30 hari.

Sementara baterai pada kotak hitam pesawat digantikan sesuai jadwal dan kini telah habis masa berlakunya.

Peneliti mewawancarai staf pemeliharaan dan menemukan bahwa jadwal penggantian belum diperbarui dengan benar setelah terakhir diganti pada pada bulan Februari 2008.

Kesalahan itu tidak ditemukan sampai setelah hilangnya MH370 itu, kata laporan itu. Malaysia Airlines kemudian memeriksa seluruh armada pesawatnya untuk memastikan tidak ada kelalaian lainnya.

Memperingati setahun hilangnya MH370, sebagai anggota keluarga penumpang dan awak berkumpul hari kemarin untuk mengenang orang yang mereka cintai. Pada hari yang sama, Pemerintah Malaysia menyatakan tetap berkomitmen untuk melakukan pencarian pesawat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia airlines MH370

Sumber : Tempo.co

Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top