Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sinar Mas Land Bangun Courts Megastore US$45 juta

Sinar Mas Land memulai pembangunan gedung pusat perbelanjaan Courts Megastore di BSD City dengan skema build to suit dengan nilai investasi mencapai US$45 juta atau setara dengan Rp562 miliar.
Muhammad Abdi Amna
Muhammad Abdi Amna - Bisnis.com 29 Januari 2015  |  17:48 WIB
/Fitch
/Fitch

Bisnis,com, TANGERANG—Sinar Mas Land memulai pembangunan gedung pusat perbelanjaan Courts Megastore di BSD City dengan skema build to suit dengan nilai investasi mencapai US$45 juta atau setara dengan Rp562 miliar.
 
Ishak Chandra, Managing Director of Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land, mengatakan Courts Megastore akan menjadi pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia dengan luas bangunan 27.000 meter persegi di atas lahan seluas 2,3 hektare.
 
“Kerja sama dengan Courts Asia Limited tidak akan berhenti di sini, kami harapkan dapat dilanjutkan untuk pembangunan megastore lainnya di Asia. Penerapan konsep build to suit di Indonesia pertama kali dilakukan oleh Sinar Mas bersama dengan Courts,” ujarnya di BSD, Kamis (29/1).
 
Dengan skema build to suit, ujarnya, Sinar Mas Land akan membangun pusat perbelanjaan tersebut sesuai dengan permintaan dan kebutuhan Courts yang dalam hal ini berperan sebaga penyewa. Adapun dana yang digunakan dalam pembangunan ditanggung oleh Sinar Mas Land.
 
Besarnya risiko pembangunan gedung dengan skema ini, lanjutnya, diantisipasi dengan kesepakatan masa sewa dalam kurun waktu yang cukup panjang, yakni minimal 20 tahun. Dalam kesepakatan kali ini, masa sewa ditetapkan selama 30 tahun.
 
Kendati berisiko tinggi, ujarnya, dengan konsep ini manajemen mendapatkan keuntungan seperti kepastian klien tetap dalam jangka panjang, penyediaan fasiltas tambahan bagi para penghuni perumahan, dan memberikan pemasukan yang berulang.
 
Menurutnya, terdapat dua bentuk kesepakatan sewa dalam konsep build to suit, yakni close book dan open book. Pada bentuk close book, pengembang tidak memiliki kewajiban melaporkan seluruh persiapan pembangunan gedung.

Sementara dalam skema open book, klien dapat memantau seluruh persiapan pembangunan yang dilakukan oleh pengembang. Secara keseluruhan, pengembang tidak dapat mengambil keuntungan dan margin pembangunan, melainkan, keuntungan didapat dari yield yang diberikan penyewa.
 
Berdasarkan target bersama, ujarnya, megastore kedua Courts di Indonesia ini akan beroperasi pada akhir 2015 atau awal 2016. Sinar Mas Land, menurutnya bersedia menjalin kerja sama dengan Courts Asia Limited dengan pertimbangan menjadikannya mitra strategis dalam berekspansi di Asia.

Terence Donald O’Connor, Direktur Eksekutif dan Grup CEO Courts Asia, mengatakan kerja sama dengan Sinar Mas berdasarkan pertimbangan yang sangat mendalam. Rekam jejak dan reputasi Sinar Mas Land menjadi pelengkap manajemen berekspansi di Indonesia.
 
Sebelumnya, megastore pertama Courts di Indonesia yang terletak di Bekasi, yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land juga dengan konsep build to suit. Pusat perbelanjaan tersebut berada di atas lahan 2 ha dengan luas area perbelanjaan 12.000 meter persegi.
 
“Alasan kami berekspansi ke Indonesia adalah negara ini akan menjadi pasar yang sangat potensial untuk jangka waktu panjang. Pertumbuhan kalangan berpendapatan menengah ke atas di Indonesia sangat bagus,” katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sinar mas land pusat belanja
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top