Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MENTERI SUSI DIGOYANG: UKM di Balikpapan Khawatirkan Permen KKP No.1/2015

Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tentang pelarangan penangkapan kepiting dan sejumlah hewan lainnya mendapat keberatan masyarakat.
Nadya Kurnia
Nadya Kurnia - Bisnis.com 27 Januari 2015  |  14:47 WIB
Ilustrasi: Buruh memisahkan daging rajungan (kepiting perairan dalam) dari cangkangnya, di Desa Tanjung, Pademawu, Pamekasan, Madura, Jatim, Selasa 13 Januari 2015. - Antara/Saiful Bahri
Ilustrasi: Buruh memisahkan daging rajungan (kepiting perairan dalam) dari cangkangnya, di Desa Tanjung, Pademawu, Pamekasan, Madura, Jatim, Selasa 13 Januari 2015. - Antara/Saiful Bahri

Bisnis.com, BALIKPAPAN -- Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tentang pelarangan penangkapan kepiting dan sejumlah hewan lainnya mendapat keberatan masyarakat.

Pelaku usaha kecil dan menengah di Balikpapan khawatir ciri khas kota minyak yang dapat terganggu akibat pemberlakuan Permen Kelautan dan Perikanan No.1/2015.

Sekretaris Kelompok UKM Melawai Biru Sri Astuti mengatakan Balikpapan yang selama ini terkenal dengan kuliner kepitingnya dapat terganggu dengan pembatasan penangkapan kepiting oleh pemerintah pusat.

“Selama ini kan Balikpapan terkenal dengan kepitingnya, itu ikon Balikpapan. Restoran sudah mulai susah dapat kepiting. Nanti kalau itu hilang bagaimana?” tuturnya kepada Bisnis, Selasa (27/1/2015).

Dia berharap agar pemerintah setempat mulai membantu nelayan-nelayan untuk membudidayakan kepiting agar pasokan kepiting di Balikpapan terjaga.

“Kalau begini terus nanti lama-lama kami juga akan merasakan akibatnya. Saya harap pemerintah bisa mencari solusi agar kepiting tetap ada di Balikpapan,” tukasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kkp nelayan Susi Pudjiastuti
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top