Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kab. Bandung Klaim Ekspor Tumbuh 20% per Tahun

Pemerintah Kabupaten Bandung Jawa Barat mengklaim setiap tahunnya rerata perdagangan produk lokal ke luar negeri mengalami pertumbuhan sebesar 20%.
 Adi Ginanjar Maulana & Hedi Ardhia
Adi Ginanjar Maulana & Hedi Ardhia - Bisnis.com 25 Januari 2015  |  14:40 WIB
Peningkatan daya saing merupakan kata kunci yang harus diperhatikan agar industri tekstil nasional dapat terus meningkatkan eksistensi baik di pasar domestik maupun internasional.  - Bisnis
Peningkatan daya saing merupakan kata kunci yang harus diperhatikan agar industri tekstil nasional dapat terus meningkatkan eksistensi baik di pasar domestik maupun internasional. - Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG - Pemerintah Kabupaten Bandung Jawa Barat mengklaim setiap tahunnya rerata perdagangan produk lokal ke luar negeri mengalami pertumbuhan sebesar 20%.

Kabid Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Engkus Kustiana mengatakan sejumlah produk unggulan yang menjadi andalan untuk diekspor antara lain tekstil, alas kaki, garmen hingga komoditas pertanian.

"Setidaknya ada 63 negara tujuan ekspor produk Kabupaten Bandung. Paling besar adalah ke Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang," katanya,, Sabtu (24/1/2015).

Saat ditanya mengenai kualitas produk ekspor tersebut, dirinya tidak memungkiri kerap kali diragukan oleh buyer. Akan tetapi, seiring waktu hal tersebut bisa terkikis karena produk yang dihasilkan memang telah berstandar.

Produk yang berhasil menembus pasar internasional tersebut tidak hanya berasal dari perusahaan yang sudah establish dengan kapitasi yang besar, tapi juga berasal dari kalangan UKM.

"Untuk UKM biasanya ada yang menerima maklun dari perusahaan besar. Para pelaku UKM ini terus kami bina agar mereka bisa terus tumbuh," ujarnya.

Dia menjelaskan naiknya upah dan tarif dasar listrik yang hampir terjadi setiap tahun menjadi salah satu kendala bagi produk dalam negeri untuk bersaing dengan produk luar.

Pasalnya, ketika upah dan listrik terus melonjak, maka ongkos produksi kian tinggi. Dampaknya, harga produk dalam negeri menjadi tidak kompetitif di pasar internasional.

Bupati Bandung Dadang Mochamad Naser mengatakan salah satu upaya dalam rangka mendongkrak ekspor komoditi unggulan melalui kegiatan pameran yang berskala regional, nasional, maupun internasional.

Dia menjelaskan dalam pameran itu, produsen dari masing-masing komoditi unggulan diajak untuk ikut sebagai peserta pameran. "Karena tanpa promosi bagaimana pun bagusnya sebuah produk pasti kurang dikenal," katanya.

Dia mencontohkan dampak dari pameran itu salah satunya terjadi pada produk tekstil asal Kabupaten Bandung khususnya pakaian jadi banyak dilirik para buyers asal negeri Jiran Malaysia, Singapura dan beberapa Negara jajirah Afrika seperti Nigeria.

Secara terpisah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar menyatakan ekspor produk dari kawasan ini untuk setahun ke depan masih didominasi TPT.

Kepala Disperindag Jabar Ferry Sofwan Arief mengatakan prospek pertumbuhan Industri TPT ke depan semakin baik karena permintaan pasar dalam negeri serta ekspor yang terus meningkat.

"Kami optimistis ekspor TPT tetap tumbuh meskipun industri banyak mengeluhkan mahalnya bahan baku yang diimpor dari luar negeri," ujarnya. Dia beralasan saat ini produksi industri TPT masih bisa melakukan ekspor ke luar negeri bahkan mengalami pertumbuhan.

“Memang kami akui pengusaha banyak yang mengeluh impor bahan baku saat ini mahal. Namun, hal ini jangan jadi penghambat mereka dalam memproduksi barang,” katanya.

Oleh karena itu, peningkatan daya saing merupakan kata kunci yang harus diperhatikan agar industri tekstil nasional dapat terus meningkatkan eksistensi baik di pasar domestik maupun internasional.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandung
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top