Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

World Economic Forum Davos: China Hindari Hard Landing, Pacu Ekonomi

China akan menghindari hard landing dan akan fokus pada upaya menjamin pertumbuhan jangka panjang dengan kecepatan sedang hingga tinggi, ujar Perdana Menteri China Li Keqiang pada Forum Ekonomi Dunia di Davos.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 22 Januari 2015  |  10:00 WIB
 PM China Li Keqiang -
PM China Li Keqiang -

Bisnis.com, JAKARTA- China akan menghindari hard landing dan akan fokus pada upaya menjamin pertumbuhan jangka panjang dengan kecepatan sedang hingga tinggi, ujar Perdana Menteri China Li Keqiang pada Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum di Davos.

Sebelumnya, China tercatat mengalami pertumbuhan ekonomi 7,4% atau paling lambat sejak 1990 akibat lesunya sektor properti dan tingginya beban utang sejumlah bank dan perusahaan.

Meski ekonomi masih akan mendapat tekanan yang kuat pada tahun ini, namun China tidak akan punya risiko keuangan yang sistemik. China akan terus membenahi kualitas pertumbuhan untuk memastikan pertumbuhan berjalan sesuai yang diinginkan, ujar Li di Swiss.

“China memiliki banyak ruang untuk membangun kota, desa dan kawasan dan potensi permintaan sangat besar,” ujar Li sebagaimana dikutuip Bloomberg, Kamis (22/1/2015).

Menurutnya, kondisi China akan terus membaik dan pemerintah akan menciptakan lebih banyak peluang pada dunia jika ekonomi China terus tumbuh dalam 10 sampai 20 tahun mendatang.

Li menegaskan China akan mengeluarkan kebijakan moneter yang hati-hati dan kebijakan fiskal yang proaktif. Para pemimpin China menggunakan metode yang efektif untuk mencegah potensi risiko keuangan, sedangkan rasio tabungan hingga 50% memberikan dukungan yang kuat bagi pertumbuhan, ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi ekonomi china

Sumber : Bloomberg

Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top