Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SEMEN INDONESIA akan Bangun Pabrik Baru di Papua Senilai Rp1,2 T

Semen Indonesia berencana membangun pabrik baru di Jayapura, Papua senilai Rp1,2 triliun, sebagai upaya perseroan memperkuat pangsa pasar di timur Indonesia.
Dini Hariyanti & Riendy Astria
Dini Hariyanti & Riendy Astria - Bisnis.com 17 September 2014  |  23:38 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Semen Indonesia berencana membangun pabrik baru di Jayapura, Papua senilai Rp1,2 triliun, sebagai upaya perseroan memperkuat pangsa pasar di timur Indonesia.

Pengembangan infrastruktur di kawasan Indonesia Timur diyakini bakal terakselerasi pada tahun-tahun mendatang. Hal ini sejalan dengan pelaksanaan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) koridor Papua - Maluku.

Presiden Direktur PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Dwi Soetjipto mengatakan maraknya proyek infrastruktur tentu meningkatkan kebutuhan semen. Bersamaan dengan itu sekarang ini belum ada pabrik semen yang beroperasi di Papua.

"Indonesia timur akan tumbuh besar jika sesuai dengan visi pemerintah baru. Tapi belum ada pabrik semen di Papua, sedangkan potensi bahan bakunya ada," tuturnya, di Jakarta, Rabu (17/9/2014).

Guna memperkuat penguasaan 70% pasar di Papua - Maluku, Semen Indonesia akan membangun pabrik berkapasitas 600.000 ton - 1 juta ton per tahun. Sekitar 40% kebutuhan dana proyek ini dipenuhi dari kas internal selebihnya pinjaman.

Kebutuhan semen di Papua - Maluku diperkirakan mencapai 1,5 juta ton per tahun. Tapi khusus untuk Provinsi Papua saja permintaannya berkisar 600.000 ton. Sejak awal tahun hingga penghujung Agustus demand semen di kawasan ini sekitar 787.000 ton.

Total pangsa pasar Semen Indonesia di dalam negeri sekitar 43,9% selama semester pertama tahun ini. Khusus di wilayah timur, emiten berkode SMGR ini menguasai 54,4% market yang ada. Pangsa pasar perseroan terkuat ada di Sulawesi sebesar 62,5%.

"Kami sedang kaji pembangunan pabrik terintegrasi [dengan pengemasan] di Papua. Baru grup Semen Indonesia yang  punya pabrik pengemasan di wilayah timur," ucap Dwi.

Semen Indonesia tengah melakukan kajian terhadap berbagai hal terkait pembangunan pabrik di Papua termasuk soal pengadaan lahan. Jika studi yang dilakukan menunjukkan proyek ini feasible maka pemancangan tiang pertama dilakukan pada 2015.

Pembangunan pabrik memakan waktu sekitar tiga tahun sampai bisa berproduksi massal. Kapan konstruksi dimulai sangat dipengaruhi kelancaraan pengadaan lahan. Di wilayah yang tanahnya bersifat ulayat, seperti Papua, lazimnya proses pembebasan relatif lama.

"Pembangunan sekitar 30 sampai 36 bulan atau sektiar tiga tahun. Yang kami belum tahu adalah lama proses pembebasan lahan, mudah-mudahan Bupati Jayapura membantu," ucap Dwi.

Saat kapasitas produksi pabrik baru berkembang mendekati 1 juta ton per tahun, maka produksi tidak hanya fokus memasok kebutuhan di Papua melainkan pula Maluku dan luar negeri. Semen Indonesia berencana mengekspor ke negara tentangga seperti Papua Nugini.

Bahan baku pabrik tersebut dipasok dari  Papua bagian utara, khususnya Jayapura dan Manokwari. Kebutuhan batu kapur berkisar 750.000 - 800.000 ton setahun. Kendati pabrik ini dekat dengan sumber bahan baku dan pasar tak lantas menjadikan harga semen lebih murah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen indonesia industri semen
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top