Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CUKAI ROKOK: Kemenperin Minta SKT Naik Maksimal 5%

Kementerian Perindustrian menilai penaikan cukai rokok 10,2% untuk sigaret kretek tangan pada 2015 terlalu tinggi. Penaikan cukai rokok kretek buatan tangan ini selayaknya tak lebih dari 5%.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 15 September 2014  |  10:49 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Perindustrian menilai penaikan cukai rokok 10,2% untuk sigaret kretek tangan pada 2015 terlalu tinggi. Penaikan cukai rokok kretek buatan tangan ini selayaknya tak lebih dari 5%.

Direktur Minuman dan Tembakau Ditjen Agro Kementerian Perindustrian Faiz Ahmad mengatakan penaikan 10,2% berpotensi mendongkrak harga jual terlampau tinggi. Ini membuka celah bagi rokok ilegal merembes lebih luas di pasar domestik. Sigaret ilegal ini umumnya berasal dari dalam negeri sendiri.

Namun Kemenperin pun menyadari perlu dilakukan pengendalian produksi rokok terkait aspek kesehatan. Penaikan cukai yang berbanding lurus dengan harga jual eceran rokok (HEJ) merupakan salah satu opsi untuk mengendalikan penjualan dan produksi.

“Bisa juga cukai SKT tidak naik. Tapi sedang kami bahas kalau naikpun kemungkinan persentasenya sangat rendah tapi belum tahu berapa, sebaiknya di bawah 5%,” tutur Faiz saat dihubungi Bisnis, Senin (15/9/2014).

Guna menimbulkan disparitas harga dengan SKM, imbuh Faiz, bisa jadi SKT tidak perlu mengalami penaikan cukai. Kemenperin akan mengajukan usulan ini kepada Badan Kebijakan Fiskal (BKF). Segmen SKT perlu dipertahankan karena tergolong industri padat karya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cukai rokok industri hasil tembakau
Editor :
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top