Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bentoel Group Rampingkan Jumlah Pabrik

Bentoel Group merampingkan jumlah pabrik yang beroperasi dari 11 menjadi 3 pabrik setelah program pengunduran diri suka rela (voluntary resignation programme (VRP)) rampung.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 14 September 2014  |  19:11 WIB
Bentoel Group Rampingkan Jumlah Pabrik

Bisnis.com, MALANG—Bentoel Group merampingkan jumlah pabrik yang beroperasi dari 11 menjadi 3 pabrik setelah program pengunduran diri suka rela (voluntary resignation programme (VRP)) rampung.

Corporate Affairs Manager Bentoel Group Winny Soendaroe mengatakan dengan dirampingkannya pabrik menjadi 3 pabrik tidak akan mengganggu produksi dari perusahaan rokok tersebut. “Justru tujuan efisiensi tercapai,” kata Winny dihubungi dari Malang, Minggu (14/9/2014).

Hal itu terjadi karena infrastrukturnya, seperti mesin sudah sangat memadahi. Juga program-program pelatihan untuk pekerja.

Karena itulah, dengan berkurangnya pekerja sebanyak 970 orang, maka tidak akan menganggu produktifitas pabrik.

Dia menolak menjelaskan berapa target produksi rokok Bentoel Group tahun ini. “Tidak boleh. Karena kami perusahaan terbuka. Itu namanya spekulatif,” ujarnya.

Sebelumnya dia menjelaskan, langkah VRP  diambil agar perusahaan bisa efisien. Efisiensi dilakukan karena tantangan industri rokok sangat berat.

Regulasi-regulasi tersebut, seperti tarif cukai yang terus naik. Terlebih sejak 2014 diberlakukan  pajak rokok yang sebesar 10%.

“Bahan bakujuga  terus naik, terutama harga cengkeh,” ucapnya.

Di sisi lain, pangsa pasar rokok, terutama kretek, terus menurun. Bahkan dari hasil penelitian penurunannya bisa mencapai 30%.

Untuk menyiapkan infrastruktur dan lainnya, Bentoel Group telah menginvestasikan Rp20 triliun lebih sejak 2012. “Investasi sebesar itu merupakan investasi menyeluruh,” ujarnya.

Dengan mundurnya 970 karyawan, Bentoel Group mengklaim telah menyelesaikan proses pengkajian ulang dan konsolidasi untuk pabrik-pabrik SKM (sigaret kretek mesin) nya di Malang.

Mmantan karyawan yang telah menerima dan mengambil VRP ini paket kompensasi yang lebih besar dari apa yang menjadi ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku.

Bentoel Group juga akan memberikan mereka program pelatihan pengelolaan keuangan.

Dia juga menjelaskan, memberi karyawan kami sebuah pilihan merupakan langkah penting.

““Keputusan ini bukan hal yang mudah bagi kami. Kami secara tulus ingin menyampaikan rasa terimakasih kami kepada para karyawan atas dedikasi kerja mereka selama beberapa tahun untuk kami. Karakter, profesionalisme dan kedewasaan yang ditunjukkan oleh para karyawan pada waktu yang sulit ini sungguh mengagumkan,” jelas Mason Murphy, Presiden Direktur Bentoel Group dalam rilisnya.

Dia mengingatkan, profil investasi Bentoel Group masih sanga tkuat.  Pihaknya telah menginvestasikan triliunan rupiah dalam bisnis  di seluruh area utama serta telah menambah jumlah karyawan tetap kami sejak 2012 hingga 20%, terutama pada bagian penjualan dan distribusi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri rokok
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top