Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Level Stok Air Minum Kemasan Hanya 3 Hari

Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) menyatakan kapasitas produksi air minum dalam kemasan (AMDK) saat ini hanya mampu memenuhi level stok untuk tiga hari.
Abdalah Gifar
Abdalah Gifar - Bisnis.com 24 Juli 2014  |  14:28 WIB
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) menyatakan kapasitas produksi air minum dalam kemasan (AMDK) saat ini hanya mampu memenuhi level stok untuk tiga hari.

Ketua Umum Aspadin Hendro Baruno mengatakan kapasitas produksi tersebut belum bisa lebih di tengah tingginya kebutuhan dan permintaan dari konsumen, apalagi jelang Lebaran ini.

“Total liter untuk Lebaran Juli ini keperluannya mencapai 1,7 miliar liter. Sekitar 42%-nya atau ekuivalen dengan 700 juta liter itu untuk kebutuhan daerah Jabodetabek dan Serang. Dari 700 juta liter itu, 71%-nya adalah air galon,” paparnya seperti dikutip Bisnis, Kamis (24/7).

Dengan adanya keterbatasan stok dan kendala transportasi yang terjadi selama masa jelang hingga pasca-Idulfitri, dia menyatakan kondisi kelangkaan akan hampir sama terjadi dengan masa libur Lebaran sebelumnya.

Terpantau sejak 2011, setiap menjelang Lebaran hingga beberapa waktu pasca-Lebaran, AMDK khususnya air galon menjadi langka di pasaran untuk sejumlah daerah. Kalau pun ada, harga menjadi sangat melambung.

Hendro memperkirakan pasokan dan stok AMDK akan kembali normal pada September 2014. Butuhnya waktu yang cukup panjang, menurutnya, untuk menormalisasi pasokan dari tingkat distributor hingga retail.

“Biasanya saat kondisi seperti itu, dimanfaatkan oleh retail-retail yang menjual air kemasan untuk meningkatkan harga jual air begitu pulang mudik,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amdk
Editor : Abdalah Gifar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top