Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KOPI ARABIKA: Pasar Domestik Krisis, Areal Perlu Ditambah

Kekurangan pasokan kopi arabika di pasar domestik dinilai hanya bisa diatasi dengan peningkatan produktivitas mengingat penambahan luasan pertanaman secara masif terkendala ketersediaan lahan.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 21 Juli 2014  |  19:27 WIB
Kopi Arabika, salah satu komoditas ekspor nonmigas andalan - Antara
Kopi Arabika, salah satu komoditas ekspor nonmigas andalan - Antara

Bisnis.com, SURABAYA - Kekurangan pasokan kopi arabika di pasar domestik dinilai hanya bisa diatasi dengan peningkatan produktivitas mengingat penambahan luasan pertanaman secara masif terkendala ketersediaan lahan.

Sekretaris Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEIKI) Jawa Timur Isdarmawan Asrikan menguraikan petani kopi di Thailand mampu menghasilkan 2,5 ton per hektare. Sedangkan di Indonesia produktivitas petani kopi 1,5 ton sampai 2 ton per hektare.

"Dengan produktivitas rendah plus penyusutan lahan maka wajar bila pasokan kopi di domestik selalu kurang," jelasnya, Senin (21/7/2014).

Dia menggambarkan produksi kopi arabika Jawa Timur 50.000-60.000 ton per tahun. Sedangkan ekspor per tahun mencapai 60.000-65.000 ton. Padahal, konsumsi kopi nasional bisa mencapai 100.000 ton per tahun.

"Jawa Timur sendiri sudah tidak bisa menunjang kebutuhan ekspor dan domestik," jelas pengusaha yang mengelola kebun kopi di Dampit, Malang ini.

Menurutnya lahan pertanaman kopi arabika dan robusta di Jawa Timur 75.000 hektare. Sebagian besar tanaman di lahan tersebut sudah berumur sehingga harus disulam dengan tanaman baru.

"Potensinya bisa 50.000 hektare bila program penanaman ulang dalam rangka persiapan menggenjot produktivitas dilakukan. Memang dampaknya baru terasa di tahun ketiga atau keempat," imbuhnya.

Bila penyulaman dan pemaksimalan lahan bisa ditempuh maka pasokan kopi membaik plus kesejahteraan petani juga bisa didongrak. Terlebih harga kopi khususnya jenis arabika cenderung baik.

Dia menjelaskan harga kopi arabika di pasar internasional saat ini US$350.000-US$500.000 per ton. Sedangkan harga robusta berkisar US$2.300-US$3.000 per ton. Rentang harga dipengaruhi kualitas biji kopi.

"Bila penanaman kopi bisa didorong tentu yang merasakan baiknya harga juga petani, karena komoditas ini konsumsi domestik dan internasional sama kuat," tegasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kopi arabica
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top