Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KINERJA DPR: Ini 24 RUU di 3 Sektor yang Harus Digarap Periode 2014-2019

DPR diminta setidaknya membahas 24 RUU dalam Prolegnas 2015-2019 yang menyinergikan tiga sektor, yakni sektor moneter, perbankan dan lembaga keuangan nonbank, serta sektor fiskal dan sektor riil.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 15 Juli 2014  |  02:09 WIB
KINERJA DPR: Ini 24 RUU di 3 Sektor yang Harus Digarap Periode 2014-2019
Ilustrasi - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - DPR diminta setidaknya membahas 24 RUU dalam Prolegnas 2015-2019 yang menyinergikan tiga sektor, yakni sektor moneter, perbankan dan lembaga keuangan nonbank, serta sektor fiskal dan sektor riil.

Peneliti Kebijakan Ekonomi dari Perkumpulan Prakarsa, Wiko Saputra, menuturkan inisiatif itu mempertimbangkan tiga aspek. Pertama, di sektor moneter, UU Lalu Lintas Devisa dan Sistem Nilai Tukar, Jaring Pengaman Sistem Keuangan, UU Bank Indonesia, dan UU Perbankan, sangat penting untuk memperkuat sektor moneter dan menciptakan sektor perbankan yang kuat.


"Kedua, di sektor perbankan dan lembaga keuangan nonbank, Indonesia perlu merespons perubahan regional, yakni Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 dan integrasi sektor keuangan ASEAN 2020," katanya dalam siaran pers, Senin (14/7/2014).

Ketiga, di sektor fiskal dan riil, perlu penataan kembali sektor fiskal, terutama aspek penerimaan dan akuntabilitas APBN dan APBD, serta memperkuat sektor riil untuk menghadapi MEA dan ketahanan ekonomi nasional.

Perubahan terhadap paket UU Perpajakan dengan tujuan meningkatkan sumber penerimaan negara dari pajak dan menciptakan sistem perpajakan yang adil.

Sektor riil pun perlu didorong agar tantangan MEA bisa dihadapi oleh pelaku usaha di Indonesia dan menciptakan daya tahan perekonomian nasional serta perlindungan terhadap sektor UMKM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr prolegnas
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top