Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HUNIAN BERIMBANG: 291 Pengembang Diduga Langgar UU No.1/2011

Hanya dalam kurun waktu 2 bulan saja, Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz telah melaporkan sebanyak 291 pengembang ke Kejaksaan dan Kepolisian.
Deliana Pradhita Sari
Deliana Pradhita Sari - Bisnis.com 14 Juli 2014  |  12:30 WIB
HUNIAN BERIMBANG: 291 Pengembang Diduga Langgar UU No.1/2011
/Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Hanya dalam kurun waktu 2 bulan saja, Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz telah melaporkan sebanyak 291 pengembang di kawasan Jabodetabek ke Kejaksaan dan Kepolisian.

Para pengembang itu dilaporkan karena telah melanggar UU No. 1/2011 Undang-Undang Perumahan dan Kawasan Permukiman (UU PKP) dan Permenpera No.7 Tahun 2013 tentang hunian berimbang.

Pengembang itu diklaim tidak mengeksekusi aturan hunian berimbang dengan rasio 1:2:3 yakni membangun satu rumah mewah, dua rumah menengah dan tiga rumah murah dalam satu hamparan.

Dewan Pakar The HUD Institute, M. Jehansyah Siregar mengatakan dampak pelaporan oleh kementerian negara tersebut menciptakan kondisi yang serba tidak pasti. Baik ketidakpastian iklim berusaha, ketidakpastian kepemilikan rumah hingga ketidakpastian hukum.

“Permasalahan sudah dibawa ke ranah hukum dan para pengembang terlapor seolah-olah dituduh melakukan suatu kejahatan atau tindak kriminal. Ini merupakan upaya kriminalisasi pengembang perumahan oleh Kemenpera,” katanya di Focus Group Discussion “Menyoal Kriminalisasi Hunian Berimbang” di Jakarta.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rei kemenpera hunian berimbang
Editor : Yusran Yunus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top