Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

SWASEMBADA DAGING: IPB Perkirakan Paling Cepat 2024

Riset yang dilakukan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) belum lama ini menunjukkan hasil perkiraan swasembada daging Indonesia paling cepat baru akan terjadi pada 2024.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 05 Juli 2014  |  10:56 WIB
Daging sapi. IPB perkirakan swasemba baru terjadi 2014
Daging sapi. IPB perkirakan swasemba baru terjadi 2014

Bisnis.com, JAKARTA--Riset yang dilakukan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) belum lama ini menunjukkan hasil perkiraan swasembada daging Indonesia paling cepat baru akan terjadi pada 2024.

"Khusus untuk komoditas daging dari hasil kajian kami lintas pemangku kepentingan (stakeholder) menunjukkan kita baru bisa swasembada daging paling cepat pada 2024," kata Direktur Kajian Strategis dan Kebijakan Pertanian (KSKP) IPB Dodik Ridho Nurrochmat ketika dihubungi di Jakarta, Sabtu (5/7/2014).

Dia menambahkan hal itu juga baru bisa direalisasikan dengan asumsi semua program yang digariskan oleh Kementerian Pertanian berjalan dengan baik.

Menurutnya,  jika semua hambatan tidak ditekan atau diminimalisir, target swasembada daging nasional semakin mustahil untuk dicapai.

"Bayangkan saja untuk swasembada yang lima komoditas saja saat ini terancam gagal semua, kecuali jagung yang sedikit berprospek cerah," katanya.

Oleh karena itu, ia berpendapat sebaiknya pemerintah dan masyarakat realistis terhadap keadaan untuk kemudian tidak serta-merta menutup keran impor komoditas daging.

Dodik menambahkan mestinya impor dikurangi secara bertahap dengan disesuaikan antara kondisi pasokan dalam negeri dan tingkat kebutuhan yang ada.

"Jangan kemudian menerapkan nasionalisme buta anti-impor, padahal kebutuhan daging kita terus meningkat sementara suplainya tidak bertambah signifikan," katanya.

Dodik mengatakan saat ini permasalahan Indonesia terkait daging adalah belum cukupnya suplai domestik untuk memasok kebutuhan dalam negeri yang terus meningkat.

"Jadi permasalahan kita itu adalah suplai domestik yang belum cukup, buruknya infrastruktur, dan biaya transaksi yang tinggi," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

swasembada daging
Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top