Indonesia Aktif Usung Pembangunan Berkelanjutan

Pendekatan Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan atau Sustainable Consumption and Production (SCP) dinilai penting sebagai landasan pelaksanaan pembangunan masa depan, guna menjawab berbagai tantangan pembangunan global termasuk penanganan dampak perubahan iklim.
David Eka Issetiabudi | 02 Juli 2014 19:21 WIB
Gedung pencakar langit di Jakarta. Indonesia Aktif Usung Pembangunan Berkelanjutan

Bisnis.com, JAKARTA--Pendekatan Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan atau Sustainable Consumption and Production (SCP) dinilai penting sebagai landasan pelaksanaan pembangunan masa depan, guna menjawab berbagai tantangan pembangunan global termasuk penanganan dampak perubahan iklim.

Balthasar Kambuaya,Menteri Lingkungan Hidup, menyatakan dengan melakukan pendekatan produksi dan konsumsi berkelanjutan sangat penting dalam mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

“Pembangunan masa depan perlu menerapkan model pembangunan yang menjamin pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Perubahan pola produksi dan konsumsi merupakan persyaratan yang sangat penting untuk mewujudkan tujuan tersebut” tuturnya, melalui surat elektronik, Rabu (2/7/2014).

Selain itu dengan penerapan produksi dan konsumsi berkelanjutan akan mampu mencegah pencemaran dan perusakan lingkungan,serta mendorong tumbuhnya kapasitas industri produk dan jasa yang lebih ramah lingkungan.

“Hal-hal ini sangat penting untuk mendorong pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Deputi Wakil Tetap RI bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Duta Besar Yusra Khan dalam kesempatan terpisah menggarisbawahi posisi Indonesia yang memandang isu SCP sebagai salah satu isu prioritas dalam pembahasan terkait agenda pembangunan pasca 2015.

“Indonesia juga selama ini senantiasa berperan aktif dalam pembahasan terkait implementasi SCP di PBB, antara lain sebagai anggota Board 10 Year Framework of Programme on Sustainable Consumption and Production,” tuturnya.

Secara konkrit, penerapan SCP diharapkan dapat mendorong peningkatan kapasitas, teknologi serta akses dalam memproduksi dan memperoleh berbagai barang dan jasa yang ramah lingkungan.

“Dengan demikian, berbagai inovasi dan investasi baru dalam kegiatan produksi dan konsumsi yang ramah lingkungan, akan mendapat dukungan kuat dari segenap pemangku kepentingan, baik di tingkat nasional maupun di tingkat global,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lingkungan hidup, kementerian lingkungan hidup

Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top