Impor Ponsel Tetap Tinggi, Produk Lokal Kuasai 10% Pasar

Jumlah pembelian ponsel dari luar negeri selama semester I/2014 berada di level yang sama seperti tahun lalu sejumlah 25 juta unit.
Dini Hariyanti | 02 Juli 2014 18:22 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Jumlah pembelian telepon seluler dari luar negeri selama semester I/2014 berada di level yang sama seperti tahun lalu sejumlah 25 juta unit.

Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kemenperin Budi Darmadi mengatakan total impor sepanjang tahun lalu sekitar 55 juta unit.

“Tahun ini pembelian dari luar negeri berkisar 50 juta. [Suplai] dari produk buatan dalam negeri naik jadi sekitar 10%,” tuturnya, di Jakarta, Selasa (2/7/2014).

Guna mengontrol kuantitas pembelian impor dari luar negeri salah satu opsi yang mengemuka adalah pemberlakuan pajak penjualan barang mewah (PPnBM).

Namun, pengenaan pajak penjualan baru efektif asalkan registrasi nomor international mobile station equipment identity (IMEI) diterapkan.

Melalui pendaftaran IMEI, seluruh ponsel ilegal takkan bisa digunakan di Indonesia. “IMEI juga menyangkut banyak masalah teknis lain, misalnya bagaimana dengan ponsel yang sudah beredar, berapa lama waktu transisi, dan bagaimana untuk ponsel yang dimiliki turis,” ujar Budi.

IMEI adalah 15 kode di setiap ponsel yang angkanya berbeda-beda satu dengan lainnya. Nomor ini bertujuan mengidentifikasikan produk yang dipasarkan merupkan barang asli. Registrasi IMEI diharapkan bisa mengurangi peredaran barang ilegal.

Tag : ponsel
Editor :

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top