Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembatasan Produk Private Label Rugikan Ritel dan UMKM

Pembatasan jumlah produk private label sebanyak maksimal 15% dari total produk yang dijual di toko ritel modern dinilai membatasi peluang UMKM untuk memasarkan produknya.
Andreas Ryan Sanjaya
Andreas Ryan Sanjaya - Bisnis.com 05 Juni 2014  |  21:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Pembatasan jumlah produk private label sebanyak maksimal 15% dari total produk yang dijual di toko ritel modern dinilai membatasi peluang UMKM untuk memasarkan produknya.

 

Department Head of Corporate Communication & Sustainabality PT Lion Super Indo D. Yuvlinda Susanta mengatakan hal ini merupakan salah satu wujud komitmen toko ritel modern untuk meningkatkan kemitraan dengan UMKM.

 

“Sebagian besar produk private label adalah hasil produksi UMKM, kalau dibatasi sampai 15% berarti kesempatan mereka juga terbatas dong,” ujarnya.

 

Dia mengatakan jumlah produk private label di Super Indo kini baru mencapai kira-kira 10%. Meski demikian, dia melihat bahwa ke depannya pembatasan ini akan merugikan UMKM dan toko ritel sendiri.

 

Toko ritel, menurutnya, akan selalu berkembang dan menambahkan gerai di mana-mana. Bila suatu saat jumlah produk private label sudah mentok ke angka 15% artinya baik toko ritel maupun UMKM tidak dapat memperluas keuntungan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ritel modern
Editor : Andreas Ryan Sanjaya
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top