Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PEMPROV BALI Khawatir Ikan Tuna Identitas Provinsi Ini Akan Hilang

Provinsi Bali khawatir kehilangan icon sebagai salah satu sentra penghasil tuna yang kondang di dunia, meski sepanjang kuartal I/2014 mampu mencatat kenaikan ekspor komoditas perikanan ini.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 29 Mei 2014  |  20:06 WIB
Nelayan dengan ikan hasil tangkapannya  - bisnis.com
Nelayan dengan ikan hasil tangkapannya - bisnis.com

Bisnis.com, DENPASAR – Provinsi Bali khawatir kehilangan icon sebagai salah satu sentra penghasil tuna yang kondang di dunia, meski sepanjang kuartal I/2014 mampu mencatat kenaikan ekspor komoditas perikanan ini.

Kekhawatiran itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali I Made Gunaja di hadapan para pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta puluhan wartawan peserta press tour di Loka Penelitian Perikanan Tuna (LPPT) Beno, Kamis (29/5/2014).

“Jangan sampai identitas sebagai penghasil tuna hilang atau menyurut. Pasalnya baru-baru ini ada perusahaan di Bali yang meminta [rekomendasi] izin impor ikan tuna. Padahal di sini gudangnya tuna,” kata Gunaja.

Dia mengungkapkan perusahaan yang meminta izin impor itu adalah PT Hatindo Makmur. Volume impor yang dimintakan izin sebanyak 2.500 ton per tahun. Namun, sejauh ini Dinas Perikanan dan Kelautan Bali belum memberikan rekomendasi impor.

Gunaja berharap peran riset digalakkan untuk meningkatkan produktivitas Bali sebagai penghasil ikan tuna. “Dengan adanya riset itu mudah-mudahan, ikan tuna tidak hilang atau menyurut sebagai identitas Bali,” katanya.

Berdasarkan data Asosiasi Tuna Longline Indonesia (ATLI), sepanjang kuartal I 2014, ekspor ikan tuna ATLI sebanyak 2.184 ton, dengan 1.541 ton dikirimkan ke Jepang dan sisanya ke Eropa. Pada akhir 2013 lalu, total ekspor ikan tuna dari Pelabuhan Benoa Bali sebanyak 7.322 ton. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ikan tuna
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top