Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor China Antusias Bangun Smelter di Indonesia

Pemeritah menyatakan investor China sangat tertarik untuk membangun pabrik pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) di Indonesia. Kementerian ESDM mencatat beberapa smelter yang baru berdiri merupakan hasil kerja sama dengan investor China.
M. Taufiqur Rahman
M. Taufiqur Rahman - Bisnis.com 13 Mei 2014  |  03:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Pemeritah menyatakan investor China sangat tertarik untuk membangun pabrik pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) di Indonesia. Kementerian ESDM mencatat beberapa smelter yang baru berdiri merupakan hasil kerja sama dengan investor China.

Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM R. Sukhyar mengatakan pihaknya baru saja mengunjungi negara tersebut. Dalam kunjungan itu, investor China sangat tertarik untuk membangun pabrik di Indonesia.

“Mereka [investor China] sangat tertarik. Bahkan sebagian sudah merealisasikan pembangunan smelter-nya di Indonesia,” katanya, Senin (12/5/2014).

Sebagai catatan, pasokan bijih mineral mentah China semakin hari semakin menipis dan diperkirakan habis sebelum akhir tahun ini. Pemerintah negara Tirai Bambu tersebut mulai kelimpungan mencari sumber bahan baku.

Sukhyar mengatakan sejak diberlakukannya kebijakan larangan ekspor mineral mentah oleh pemerintah Indonesia, praktis China kehilangan pemasok utama bijih mineral. Akhirnya, mereka harus mencari pemasok lain.

Sukhyar menyebutkan perusahaan-perusahaan asal China mulai melirik negara-negara yang memiliki potensi bijih mineral melimpah. Namun, ternyata tidak ada negara yang bisa menandingi Indonesia.

“Mereka mencoba membeli nikel dari Filipina, tetapi ternyata nkel dari negara tersebut kualitasnya tidak sebagus yang dimiliki Indonesia,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mineral
Editor :
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top