Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RI Tutup Keran Ekspor Mineral, China Mulai Kelimpungan

Pasokan bijih mineral mentah China semakin menipis dan diperkirakan habis sebelum akhir tahun ini. Salah satu konomi terbesar dunia tersebut mulai kelimpungan mencari sumber bahan baku.
M. Taufiqur Rahman
M. Taufiqur Rahman - Bisnis.com 12 Mei 2014  |  23:48 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Pasokan bijih mineral mentah China semakin menipis dan diperkirakan habis sebelum akhir tahun ini. Salah satu konomi terbesar dunia tersebut mulai kelimpungan mencari sumber bahan baku.

Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral R. Sukhyar mengatakan sejak diberlakukannya kebijakan larangan ekspor mineral mentah oleh pemerintah Indonesia, praktis China kehilangan pemasok utama bijih mineral. Akhirnya, mereka harus mencari pemasok lain.

“Masalahnya, tidak ada negara yang mampu mengganti posisi Indonesia dalam memasok bijih mineral untuk industri pengolahan tambang yang ada di negara tersebut,” katanya, Senin (12/5/2014).

Sukhyar menyebutkan perusahaan-perusahaan asal China mulai melirik negara-negara yang memiliki potensi bijih mineral melimpah. Namun, ternyata tidak ada negara yang bisa menandingi Indonesia.

“Mereka mencoba membeli nikel dari Filipina, tetapi ternyata nkel dari negara tersebut kualitasnya tidak sebagus yang dimiliki Indonesia,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dia mengundang investor-investor asal china untuk berinvestasi dalam pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian mineral di Indonesia. “Kami mengajak para investor China untuk membantu hilirisasi mineral,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mineral
Editor :
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top