Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MINUMAN BERALKOHOL: Ini Alasan Kemendag Ketatkan Penjualan Miras

Permendag No.20/2014 tentang tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol diupayakan agar peredaran minuman beralkohol menjadi terbatas untuk kelompok tertentu saja.n
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 27 April 2014  |  17:15 WIB
Pembatasan peredaran minuman beralkohol pun berlaku bagi prosedur impor.  - bisnis.com
Pembatasan peredaran minuman beralkohol pun berlaku bagi prosedur impor. - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Wamen Perdagangan Bayu Krisnamurthi menjelaskan Permendag No.20/2014 tentang tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol diupayakan agar peredaran minuman beralkohol menjadi terbatas untuk kelompok tertentu saja.

Pengetatan tersebut juga mencakup tata cara pembelian alkohol, mulai dari batas usia minimal 21 tahun hingga keharusan menunjukkan kartu identitas ketika membeli. Minuman beralkohol juga wajib diletakkan pada tempat khusus, dan konsumen tidak diperbolehkan untuk mengambilnya tanpa izin petugas.

Pembatasan peredaran minuman beralkohol pun berlaku bagi prosedur impor, yang kian dibatasi baik dari segi perizinan maupun kuantitas. Namun, Bayu mengelak tudingan bahwa Kemendag berupaya melarang sepenuhnya penjualan miras di Tanah Air.

“Kami tahu minuman beralkohol ini punya korelasi dengan turisme dan perkembangan hotel. Jadi kalau pariwisata berkembang, makan permintaan MB juga bertambah. Selain itu, ada juga WNI yang dari sudut agama tidak dilarang untuk minum MB. Yang jadi fokus kami adalah bagaimana caranya agar MB tidak mudah diakses WNI yang tidak berhak, khususnya anak-anak dan remaja.”

Kemendag menetapkan alokasi impor minuman beralkohol untuk tahun alokasi berikutnya dibagi sebesar 80% secara proporsional untuk importir terdaftar (IT-MB) yang sudah mendapat alokasi impor pada tahun alokasi berjalan, dan 20% secara prorata untuk IT-MB yang belum pernah mendapat alokasi impor.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minuman beralkohol
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top